
Tak bisakah airmata ini berhenti. Aku takut jika tiap detik aku merasa berduka. Selama rasa sakit itu tetap ada. Benarkah aku terlalu tangguh untuk semua beban ini. Bukankah manusia juga ada batasnya. Aku berusaha untuk tersenyum dan bahagia namun selalu saja kembali dihempaskan. Apa aku benar-benar terlalu tangguh.
Aku hanya takut sendirian. Tapi mengapa ketakutan itu tidak berhenti. Aku takut aku terluka, namun tiap kali aku terluka. Aku sampai tidak berani bermimpi lagi. Aku tidak berani mendengar janji lagi. Aku tidak bisa percaya lagi. Aku takut aku akan kehilangan diriku. Aku takut semua ini akan membatu hingga tak ada perasaan lagi. Aku benar-benar takut. Tak bisakah aku tak merasakan semua ini. Aku takut.
Kali ini benar-benar telah habis energiku. Mesti bersabar sampai bagaimana lagi. Hatiku terluka akan apa yang terjadi. Sekalipun aku mencoba bertahan namun tentu saja masih terlihat kelemahanku. Tentu saja masih mengalir airmataku. Aku hanyalah seorang yang lemah, mengapa mesti dilukai terus menerus. Bukannya aku takut kematian namun aku takut hidupku penuh kematian. Hidup tanpa ada harapan dan impian, bisa kan disebut mati.
Lupakan sejenak yang ada di pikiran. Tuangkan dalam coretan hati yang tak terungkap. Atau teriakkan keras tanpa terdengar. Lupakan semua amarah tanpa melukai siapapun. Aku tak ingin melukai siapapun, aku tak ingin membuat siapapun berduka. Aku, tak mampu lagi kutulis apa yang ada di benakku. Tak mampu lagi mimpi itu hadir. Tak mampu lagi harapan ini bertumbuh. Sudah benar-benar matikah kehidupanku. Apakah ini yang disebut terjalnya kehidupan.
Tuhan, sebegitu rapuhnya aku ???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar