
Bertahun yang lalu kau menatapku sedu. Mungkinkah kau tak ingin aku meninggalkanmu. Tapi mengapa tak kau katakan. Aku mungkin akan tetap meninggalkanmu. Tapi hatiku masih selalu mengenangmu. Hadirmu dalam hidupku hanya sementara namun senyummu telah membiusku dalam kebisuan.
Entah mengapa hatiku merasa tenang. Sekalipun mungkin masih banyak jalan yang mesti kulalui. Aku bahagia saat menemukanmu. Selama ini aku mencarimu, selama ini aku menunggumu. Walaupun sebenarnya aku yang meninggalkanmu. Aku tak habis pikir kita bisa bertemu. Aku bahagia kau ada.
Andai mampu kulukiskan kebahagiaan ini. Bagaikan untaian benang emas yang terukir indah di kain warna merah. Sangat kentara. Senyum dan tawaku tak lagi merupakan kiasan. Aku selalu berdoa pada Tuhan, semoga aku tidak berduka atas apa yang terjadi. Meski engkau adalah masa laluku, aku tetap menghargai arti hadirmu di sini.
Kuberharap Tuhan menuliskan kisah indah antara kita. Entah mengapa hatiku sangat yakin atas kehadiranmu. Entah mengapa aku yakin engkau hadir untukku. Entah mengapa aku kian bahagia. Ingin sekali selalu menatapmu, lalu kita saling memandang tersipu malu. Aku tahu mungkin ini hanyalah mimpiku atas kehadiran cinta. Namun hatiku masih yakin akan dirimu.
Apakah aku terlalu berharap? Namun hatiku selalu meyakinkan kaulah yang sebenarnya mesti ada. Kaulah yang semestinya selalu ada. Kaulah yang saat ini ada. Kaulah yang saat ini kuharapkan selalu ada. Teringat bertahun lalu saat aku meninggalkanmu. Tahukah dirimu aku tak pernah bisa melupakanmu. Tahukah dirimu bahwa aku masih melihatmu sebelum akhirnya kutinggalkan kotaku.
Aku menghilang. Kau menghilang. Dan terlalu lama kita berpisah. Adakah tanya di hatimu tentang keberadaanku. Meski aku perlahan terlupa atas dirimu. Sampai akhirnya kita bertemu.
Aku hanya ingin katakan, “Aku bahagia kau ada”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar