
Aku mesti diam ya?
Sekalipun aku merasakan hatiku sangat sakit
Aku mesti sabar ya?
Sekalipun airmataku terus mengalir
Aku mesti tegar ya?
Sekalipun terjatuh berulang kali
Aku mesti kuat ya?
Sekalipun diri sudah mengaku kalah
Aku mesti tangguh ya?
Sekalipun ingin sekali aku bermanja
Aku mesti penuh kasih ya?
Sekalipun diri ini disakiti
Aku mesti bagaimana ya?
Karena segalanya ini tak membuat kemajuan dalam hidupku
Cenderung lemah dan mengenang masalalu
Aku mesti bagaimana ya?
Aku bahkan tak berkutik sedikitpun
Rasanya sangat menyakitkan mendengar dan mengingatnya
Mestinya apa yang terjadi?
Tak bisakah aku merasakan bahagia seperti yang lain
Tak bisakah aku tak merasakan sepi
Tak bisakah aku tak merasakan pedih
Mestinya apa yang terjadi ya?
Apa aku harus menunggu?
Aku tak bisa menunggu terlalu lama
Semua ini bisa menghancurkanku
Semua ini bisa meremukkan perasaanku
Pintu keajaiban pastinya akan terbuka
Kuberharap Dia selalu ada untukku
Kuberharap Dia mendengar dan membahagiakanku
Sebab aku tak punya apapun dan siapapun melainkan Dia
Sebab aku tak tahu harus kemana lagi selain pada-Nya
Sebab hanya Dia yang mampu mengertikanku
Pastinya Dia tahu apa yang terbaik untukku
Mengapa masih juga airmata kerap menemaniku
Padahal aku ingin tersenyum dan bahagia
Merasakan hari-hari tanpa ada sepi
Mengapa masih juga hatiku terluka
Padahal kucoba untuk bersabar
Menantikan keajaiban dari-Nya
Tak ada satupun yang bisa kubanggakan
Tak ada satupun yang mampu kupertahankan
Hati ini terlalu sakit
Hati ini terlalu sering menangis
Hati ini terlalu sering terluka
Ya Tuhan, pemilik segala hati
Genggam aku dalam naungan cintamu
Jangan lepaskan aku
Aku tak sanggup
Aku tak bisa
Ya Tuhan, pemilik segala hati
Hapuskan kepedihan hatiku
Terangi jiwaku dengan kasih
Jangan biarkan aku sedniri
Aku tak sanggup
Aku tak bisa
Ya tuhan, pemberi rahmat
Illahi syafarat yadayya fatrubhuma
Sungguh, aku tak sanggup lagi
Aku tak bisa
Di tanganku tengah hampa
Pilihkanlah yang terbaik untukku
Amin
Jakarta, 19 Juli 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar