Jumat, 15 Juli 2011

Antara Jiwa yang Terluka




Terlalu mudah untuk katakan apa yang tengah terjadi
Tak peduli hati dan jiwa berontak
Mungkinkah rasa kasih itu masih ada
Sementara senyum hanyalah ketidakjujuran hati

Apa kau tidak melihat betapa sayangnya mereka
Apa tak kau rasakan hatiku telah tertawan
Apa tak kau pikirkan berapa orang terluka atas dirimu
Terlalu egois jika hanya memikirkan kesedihanmu

Terlalu lama semua ini terjadi
Ini sudah meninggalkan kumpulan kisah di benakku
Sehingga seperti kepingan kenangan yang membuatku terluka
Akalku tak sanggup menerimanya

Beri aku penjelasan yang logis atas semua ini
Sehingga tak perlu ada pertanyaan dalam hatiku atas sikapmu
Kesendirianmu dan kepergianmu
Apa sebenarnya yang kamu inginkan

Aku sakit
Aku menangis
Aku terluka

Mungkin sebaiknya kamu tak pernah datang
Atau aku yang tak pernah hadir
Jika ternyata hati kita tersakiti
Jika ternyata jiwa kita terluka

Kau lihat aku dengan segala ketangguhanku
Sementara aku terlalu rapuh
Kau lihat aku dengan segala kesempurnaanku
Sementara aku tak sesempurna itu
Kau lihat aku dengan segala kehebatanku
Sementara aku selalu ingin bermanja
Kau lihat aku dengan begitu sayangnya
Sementara kau abaikan hatimu demi egomu

Saat ini,
Diantara jiwa yang terluka
Ingin kuungkapkan apa yang telah terjadi pada hatiku
Hati yang telah tulus mencintaimu
Hati yang telah tulus mengasihimu
Sejak sekian lama mengenalmu

Antara jiwa yang terluka
Masih berharap cinta-Nya akan menyembuhkan
Hanya pada-Nya seluruh hati berlabuh


Kantor Perwakilan PT PJB
Jl Gatot Subroto, Jaksel
15 Juli 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar