Jumat, 15 Juli 2011

Hanya Seorang Wanita



Ibu, ajari aku agar setangguh dirimu
Ibu, ajari diriku agar lembut sepertimu
Ibu, ajari aku memendam airmata dan kepedihan

Kali ini detik jam dinding kian menyiksaku
Dan yang tersisa adalah airmata
Aku terluka, terlampau lelah untuk bangkit kembali
Serasa seluruh isi dunia menertawakanku
Apa yang harus kulakukan?
Aku tak setangguh yang terlihat
Aku tak sehebat yang terdengar
Bagaimanapun, aku hanya seorang wanita

Kali ini ada peluh dan tetesan airmata, kurasakan pedih
Dan hanya terdiam
Seluruh peristiwa hadir kembali di benakku
Bagaimana aku bisa bertahan?
Tiap denyut jantungku terasa berat
Aku juga ingin bahagia
Aku juga ingin dicintai
Bagaimanapun, aku hanya seorang wanita

Senyum ini, tawa ini
Semua terasa hambar
Benar-benar terasa sunyi
Andai saja aku benar-benar tangguh
Andai saja aku benar-benar istimewa
Aku tak bisa sendiri
Bagaimanapun, aku hanya seorang wanita

Ibu, mungkinkah ada cinta untukku
Ibu, aku juga ingin sepertimu
Ibu, aku juga ingin menjadi ibu

Bagaimanapun, aku hanya seorang wanita

Tangerang, Juli 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar