
Mungkin saat ini kau tak pernah tahu apa yang aku rasakan. Tumpuan harapan atas dirimu hadir dalam kehidupanku. Sungguh aku takut kehilanganmu. Tapi kau malah seenaknya membuat hatiku bergantung padamu. Padahal siapa dirimu, aku lelah terus menantimu. Aku bisa saja pergi seperti dulu aku meninggalkanmu. Tapi saat ini aku tak ingin meninggalkanmu. Aku bisa saja melupakan apa yang telah kau berikan untukku. Tapi saat ini aku ingin kau di sini.
Mungkinkah pernikahan akan menyatukan kita. Seperti apa yang mereka inginkan. Aku sungguh tak mengerti apa yang mereka lihat. Tatapan kita berdua, rasa kasih yang terpancar dari mataku. Ataukah perhatian lembut dari matamu. Apakah ini pantas disebut cinta. Aku sungguh tak pernah meragukanmu, namun aku tak ingin membuat janji di hatiku. Aku tak ingin hatiku terlalu mengharapkanmu.
Mungkinkah ini yang Tuhan inginkan atas kita berdua. Lalu mengapa aku mesti menunggu jika memang kau adalah jodoh yang Tuhan tentukan atas diriku. Aku hanya tak ingin menyakiti hati siapapun. Dan aku tak ingin meninggalkanmu sendiri seperti bertahun lalu. Bukankah sekarang kita sudah dewasa. Namun apalagi yang kau cari, apalagi yang kau tunggu. Aku ingin kau menikahiku.
Mungkinkah kau bisa menjagaku. Selama ini aku selalu berpaling darimu. Selama ini aku berlari meninggalkamu. Apakah ada rasa sayang di hatimu untukku. Mengapa tak ada satu kata pun yang terucap. Aku ingin kepastian untuk bisa bersamamu. Aku ingin pula menguatkan hatiku bahwa kau memang tercipta untukku. Aku hanya ingin kau segera melamarku.
Mungkinkah pertemuan kita ini telah menjadi pertanda. Ataukah diriku yang terlalu berharap akan bisa menjadi pendampingmu. Sejujurnya aku tak pernah ada niatan untuk meninggalkanmu. Bahkan saat pertemuan kembali, aku merasakan bahagia yang luar biasa. Hampir-hampir aku menangis. Wanita selalu menangis, baik saat bahagia maupun saat berduka. Aku masih belum bisa percaya, aku menemukanmu.
Mungkinkah aku bisa menikah di tahun ini. Melihat teman-temanku yang telah menikah terbesit rasa iri dalam hati, kapan aku akan dipertemukan dengan jodoh. Aku juga ingin menjadi isteri dan ibu yang terbaik. Aku ingin merasakan itu semua. Dan mengapa yang ada di hadapanku kini hanya dirimu. Kapan kau akan melamar dan menikahiku. Apakah benar kaulah lelaki yang tepat untuk mendampingiku.
Masih bisa kurasakan sakit ini. Namun saat bersamamu seolah semua rasa sakitku hilang. Apakah aku terlalu berharap. Mengapa kau hanya terdiam, aku ingin bersamamu. Seperti janjiku bertahun lalu, aku akan menemanimu. Janji yang terukir di hatiku, tak ada satupun yang tahu melainkan Tuhan. Namun, sampai kapan aku menunggu.
Ya Rabb, penguasa segala hati. Kupasrahkan semua kisah ini pada-Mu. Jika dia adalah jodoh yang telah engkau tentukan atasku, mudahkanlah kami menikah atas rahmat dan ridha-Mu. Jika dia adalah jodohku, mudahkanlah kami membina keluarga sakinah, mawadah warahmah atasa cinta dan kasih-Mu. Hanya pada-Mu hamba memohon. Ya Rabb, kabulkanlah doaku. Amin yarobbal ‘alamin.
Tangerang, Juli 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar