Selasa, 08 Juni 2010

Menjelang Senja


Semua terus berlalu, menghadirkan kepingan kisah yang tersisa….
Melantunkan setiap emosi dalam diri...
Terkadang malah tak ingin berontak...
Biarkan terus mengalir, bagai air....
Setiap hening kisah, setiap tawa bahagia....

Rindu akan kedamaian jiwa...
Merayap terus mengembara, menerobos relung gelap....
Hatiku ingin bercerita, hatiku ingin bicara...
Namun tetap hanya kebisuan yang ada...
Hening dan hening...

Menghamburkan sejuta tanya akan jalan kehidupan...
Terkadang begitu terjal hingga aku terjatuh...
Amarah dan kecewa kerap mengikuti...
Airmata hati tak bisa sembunyi...
Lelah terus menggelayuti....

Ya Rabb, sebegitu lemahnya makhluk-Mu ini...
Sebegitu tak mengertinya hamba-Mu ini...
Bukankah semua ini milik-Mu?
Dan kesedihan hanyalah sebagian kecil dari kebahagiaan....
Berjalan jauh lebih sering daripada terjatuh....
Di mana rasa syukur itu?

Berjalan menyusuri setapak kehidupan...
Menegarkan tiap langkah kaki...
Sekalipun jatuh diri tanpa kusadari...
Sakit luka itu tentunya kan sembuh....

Kan kuceritakan pada awan jingga...
Kan kuabadikan dalam alunan angin senja...
Kan kutuliskan di setiap relung jiwa...
Segala tasbih hanya untuk-Mu...
Segala syukur hanya pada-Mu...

Letih ini, rasa sakit ini....
Takkan sebanding dengan semua cinta-Mu...
Senja ini, ingin kutuliskan kembali di jingganya awan....
Rasa cinta ini pada-Mu, karena aku tak ingin kehilangan-Mu...
Semua yang ada pada kehidupanku, hanyalah milik-Mu...
Dan hanya pada-Mu segala ini bertumpu...
Ya Rabb, kuatkanlah dan tegarkanlah hamba-Mu ini....
Subhanallah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar