Selasa, 15 Juni 2010

Baini wa Bainika


Hati ini bergetar saat kau dihadapanku…
Padahal siapa dirimu?
Aku hanya mengenal sebatas nama.
Aku pun tak ingin jatuh untuk kesekian kalinya.
Namun mengapa hati ini kian merindukanmu?

Malam hening ini aku masih juga merasakannya.
Apakah sepi juga yang kaurasakan?
Kuelakkan semua kata cinta.
Kalaupun aku harus mencintai lelaki, hanya suamiku.
Bukan sekedar fatamorgana cinta yang kerap hadir dalam hidupku.

Ketika sekian hari tanpa kumelihatmu.
Rasa rindu seakan telah menguasai jiwaku.
Segera diri tersadar betapa lemahnya.
Wahai Sang Pengusa Hati...
Jangan biarkan diriku terbang tak menentu.
Izinkan hanya ada nama-Mu di hatiku.
Sungguh, aku hanya ingin merindukan-Mu.

Dan senyuman itu kerap hadir.
Padahal kau berada jauh dariku.
Aku tak bisa mencintai selain suamiku.
Dan saat ini aku belum menemukannya.
Lalu mengapa harus dirimu yang hadir?
Mengapa harus dirimu yang kini kurindukan?
Tak bisakah hati ini berpaling?

Ya Rabb, illahi syafarat yadayya fatrubhuma....
Namun berilah yang terbaik bagi hamba-Mu ini.
Bukan sekadar fatamorgana kehidupan.
Izinkan aku bernaung dalam semua cinta-Mu.
Izinkan aku bernapas dalam kerinduan pada-Mu.
Izinkan bibir dan hati ini selalu memuja-Mu.
Jangan biarkan aku terjatuh dalam balutan emosi.
Jangan biarkan diri terhempas dalam zina yang Kau benci.
Jangan biarkan aku berputus asa atas semua pengharapan.

Ya Rabb, hanya pada-Mu kunaungkan seluruh doa.
Hanya pada-Mu kusampaikan perasaan hati.
Hanya pada-Mu kuserahkan diri.
Tiada berarti semua yang ada di langit dan bumi, tanpa Ridha-Mu.
Tiada Tuhan selain Engkau.
Hanya pada-Mu segala ini dikembalikan.
Dan hanya pada-Mu hamba bersujud.
Maha Suci Allah, subhanallah....

Jakarta, 13 Juni 2010
Ditulis oleh : Eka S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar