Kamis, 06 September 2012

Pelangi Cintaku




Layaknya melukis pelangi di langit biru. Indah dan nyaman untuk dipandang. Begitulah apa yang setiap hari terjadi padaku. Setiap membuka mata kurasakan jatuh cinta. Sungguh, suatu hal yang sulit bagiku. Bisa mencintai seseorang dalam waktu yang sangat singkat. Usia pernikahan yang memasuki bulan keempat, namun rasa cintaku selalu bertambah pada suamiku.

Siapakah sosok yang mampu menawan hatiku ini? Sosok yang tanpa ragu melamarku walau hanya beberapa kali bertemu. Sosok yang melindungiku dari segala bahaya. Suamiku tercinta, sungguh sangat beruntung aku mendampinginya.

Kini, tiap detik tak mampu aku melepaskan pikiranku dari keberadaannya. Hanya doa tulus yang mampu kuhadiahkan padanya. Setiap tawa dan senyumnya adalah kebahagiaanku.  Sikap dewasanya mampu menandingi kekanakanku. Terkadang malu sendiri mengingat aku masih sering marah. Bersikap kekanak-kanakan dengan tidak mau mengalah. Dan dengan mudahnya suamiku mengalah. Lalu menciumku seolah pertengkaran kecil itu tak pernah ada.

Matahari tersenyum kala melihatku bahagia. Sudah lama airmata kepedihan ini hilang. Semua terganti oleh kehadiran suamiku tercinta. Tak ada lagi kesepian dan kesendirian. Kami berdua mencoba merenda cinta yang mulai merekah.

Rindu dan cinta ini kini selalu membelenggu hatiku. Dan saat ini, kunantikan saat-saat aku mengandung sang buah hati. Berdoa semoga Allah meridhoi kami memiliki putra dan putri sholeh-sholehah. Tawa canda yang menghiasi rumah kecil kami pada nantinya.

Pelangi cintaku ….
Tetaplah memberi warna terindah dalam kehidupanku. Tetaplah memberi kebahagiaan dunia dan akhiratku. Tetaplah menjadi indah dipandang.

Pelangi cintaku …
Hadirkan tawa ceria hati kami. Lewat canda bocah-bocah kecil yang kami nantikan. Kehangatan sebuah keluarga yang selama ini kami impikan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar