Layaknya melukis pelangi di langit biru. Indah dan nyaman
untuk dipandang. Begitulah apa yang setiap hari terjadi padaku. Setiap membuka
mata kurasakan jatuh cinta. Sungguh, suatu hal yang sulit bagiku. Bisa mencintai
seseorang dalam waktu yang sangat singkat. Usia pernikahan yang memasuki bulan
keempat, namun rasa cintaku selalu bertambah pada suamiku.
Siapakah sosok yang mampu menawan hatiku ini? Sosok yang
tanpa ragu melamarku walau hanya beberapa kali bertemu. Sosok yang melindungiku
dari segala bahaya. Suamiku tercinta, sungguh sangat beruntung aku mendampinginya.
Kini, tiap detik tak mampu aku melepaskan pikiranku dari
keberadaannya. Hanya doa tulus yang mampu kuhadiahkan padanya. Setiap tawa dan
senyumnya adalah kebahagiaanku. Sikap dewasanya
mampu menandingi kekanakanku. Terkadang malu sendiri mengingat aku masih sering
marah. Bersikap kekanak-kanakan dengan tidak mau mengalah. Dan dengan mudahnya
suamiku mengalah. Lalu menciumku seolah pertengkaran kecil itu tak pernah ada.
Matahari tersenyum kala melihatku bahagia. Sudah lama
airmata kepedihan ini hilang. Semua terganti oleh kehadiran suamiku tercinta. Tak
ada lagi kesepian dan kesendirian. Kami berdua mencoba merenda cinta yang mulai
merekah.
Rindu dan cinta ini kini selalu membelenggu hatiku. Dan saat
ini, kunantikan saat-saat aku mengandung sang buah hati. Berdoa semoga Allah
meridhoi kami memiliki putra dan putri sholeh-sholehah. Tawa canda yang
menghiasi rumah kecil kami pada nantinya.
Pelangi cintaku ….
Tetaplah memberi warna terindah dalam kehidupanku. Tetaplah memberi
kebahagiaan dunia dan akhiratku. Tetaplah menjadi indah dipandang.
Pelangi cintaku …
Hadirkan tawa ceria hati kami. Lewat canda bocah-bocah kecil
yang kami nantikan. Kehangatan sebuah keluarga yang selama ini kami impikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar