
Detak jantung semakin cepat, entah ketakutan macam apa yang tengah kuhadapi. Serasa seluruh alam berada di depanku menunggu untuk kusentuh. Ingin kuubah mereka menjadi lebih indah. Dan kuwarnai pelangi kembali, kulukis langit dengan tinta biru, serta kuhiasi laut dengan ombak. Namun semua itu bukanlah kuasaku. Hanya bisa diriku menatap semuanya. Tersenyum dan entah berbuat apa.
Bumi masih berputar. Namun diriku masih terpaku, rasa sakit itu terasa nyata. Bukan di hati tapi di kepalaku. Kuharap semua akan baik-baik saja. Masih detak jantung ini terpacu, makin cepat. Ini membuat ketakutan yang terus kuhadapi makin bertambah. Aku merasa lemah dan tak berdaya. Jiwaku semakin larut dalam angan.
Ya Rabb, apakah yang tengah terjadi pada makhluk-Mu ini?
Ini begitu nyata namun hatiku terus mengembara di dunia mayaku. Aku serasa terbang bersama mimpi-mimpiku. Mencoba menggapai awan harapan, mencoba menyentuh bintang kehidupan. Terus jiwaku terbang tak terkendali.
Ya Rabb, segitu lemahnya diriku?
Bahkan keraguan kerap mengalir mengikuti aliran darah. Apakah aku telah berbuat salah? Mengapa demikian terasa sakitnya. Jiwaku terbang, anganku terus mengembara, namun ragaku hanya terdiam. Masih penuh keraguan. Kuingin mendapat jawaban atas semua yang terjadi. Sekalipun mungkin diriku belum siap untuk mendengarnya.
Senyum itu terkembang begitu saja dari paras tulusnya. Jiwaku kembali, anganku tak berkutik lagi, ragaku tersadar. Aku terlalu lama larut dalam ketiadaan. Ini dunia nyata, dia nyata, akupun juga. Rasa ini nyata, sakit ini makin kentara. Kepalaku terus merasakan sakit, jantungku tiada memperlambat detaknya. Aku masih belum mengerti apa yang terjadi selama ini. Dan dia masih tersenyum menatapku yang tak bergeming.
Ya Rabb, jangan biarkan diriku terjatuh. Sekalipun aku merasa tak sanggup lagi. Semua terasa begitu cepatnya bergulir. Waktu meninggalkan sejumput kenangan. Sejumput harapanku, tentangnya.
Aku mulai merasakannya, alunan romantika yang terasa begitu asing. Menelusup hatiku mengikuti aliran darah. Kuharap sang Illahi segera memberi jawaban atas semua ini. Aku benar-benar tak ingin terjatuh.
Ya Rabb, kiranya ini akan menyakitiku maka buanglah segenap rasa ini dariku. Sungguh aku tak ingin terjatuh semakin dalam, semakin terjal. Bukankah Engkau lebih tahu apa yang terbaik untukku.
Alunan romantika yang kurasakan ini. Alunan romantika yang membuatku gelisah. Alunan romantika yang tak kumengerti. Wahai Sang Pemilik Cinta, berikan kuasa-Mu atasku, berikan keteduhan hatiku, berikan ketegaran hatiku.
Kembali dia menatapku, aku membalas senyumnya. Sesungguhnya hati ini begitu merasakan kehadirannya namun biarlah Sang Pemilik Hati yang akan memutuskan. Biarlah Sang Pemilik Jiwa menggariskan kisah romantikaku, sekalipun aku masih mengharapkan dia selalu ada.
Bekasi, 25 Mei 2010
Ditulis oleh : Eka S
Tidak ada komentar:
Posting Komentar