Semilir angin tak mampu meredam kesedihan dalam seraut wajah. Bukan lelah
kami meminta. Hanya berharap semoga Sang Pencipta mendengar dan mengabulkan doa
kami.
Benar-benar tak semudah itu menjawab pertanyaanmu,
saudariku. Andai saja dirimu tahu luka yang kita hadapi ini sama. aku juga
berharap keajaiban, sama sepertimu. Aku juga sempat berputus asa. Tapi kewajiban
kita setelah ikhtiar hanyalah berdoa. Ya, hanya berdoa, saudariku. Berharap Allah
yang Maha Pemurah akan mengabulkan doa-doa kita.
Mendengar dirimu bercerita seperti itu rasanya hatiku pun
menangis. Tapi airmata ini sudah terlalu kering untuk menetes. Sayatan hati ini
mengena begitu dalam. Membuatku seakan antara hidup dan mati. Aku tahu, kita
sama-sama wanita, sama-sama memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perasaan. Tapi
aku yakin Allah mendengar doa kita, saudariku. Dan jika Allah meridhoi, apapun
doa kita pasti akan dikabulkannya.
Bukankah Allah telah berjanji dalam Al Qur’anul Kaariim.
“Dan apabila
bamba-bamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku
adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon
kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan
hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
(QS. Al-Baqarah: 186)
Satu hal yang bisa kita lakukan saat ini adalah berdoa dan
berpikir positif bahwa Allah akan mengabulkan doa kita. Ya, doa kita saudariku.
Allah akan memberikan yang terbaik untuk jalan hidup kita. Insya Allah jika
Allah sudah berkehendak maka “Kun Fayakun”
semua akan terjadi.
Diriwayatkan dari Abu
Hurairah, bahwa Nabi saw. bersabda: “Tetap dikabulkan doa seorang hamba, selama
ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa atau pemutusan hubungan (silaturrahmi) dan
selama tidak minta dipercepat.” Ada seseorang bertanya, “Ya Rasulullah, apa
yang dimaksud dengan minta dipercepat itu?” Beliau pun menjawab, “(Yaitu) ia
berkata, Aku sudah berdoa dan terus berdoa tetapi belum pernah aku melihat
doaku dikabulkan. Maka pada saat itu ia merasa letih dan tidak mau berdoa
lagi.” (HR Muslim)
Aku percaya Allah akan mengabulkan doaku, juga doamu
saudariku. tetaplah di jalan Allah, maka Allah senantiasa akan memudahkan
segala urusanmu.
Saudariku, hapuslah airmata kesedihanmu. Serahkanlah segala
keajaiban ini di tangan-Nya. Hanya kepada Allahlah aku memohon dan hanya
kepada-Nyalah aku meminta pertolongan. Sesungguhnya Allah itu sangat dekat,
lebih dekat daripada urat nadi. Allah akan mendengar permohonan orang-orang yang
beriman dan Allah akan mengabulkan doa.
Saudariku, aku tahu ada bias kesedihan dalam pancaran
matamu. Sama halnya dengan pancaran mataku saat menatap cermin. Semoga Allah
menolong kita semua. Semoga Allah mengabulkan doa kita, aamiin yaa Rabbal
Aalamiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar