Rabu, 18 November 2015

Senandung Doa Kepada-Nya



 
Semilir angin tak mampu meredam kesedihan dalam seraut wajah. Bukan lelah kami meminta. Hanya berharap semoga Sang Pencipta mendengar dan mengabulkan doa kami.

Benar-benar tak semudah itu menjawab pertanyaanmu, saudariku. Andai saja dirimu tahu luka yang kita hadapi ini sama. aku juga berharap keajaiban, sama sepertimu. Aku juga sempat berputus asa. Tapi kewajiban kita setelah ikhtiar hanyalah berdoa. Ya, hanya berdoa, saudariku. Berharap Allah yang Maha Pemurah akan mengabulkan doa-doa kita.

Mendengar dirimu bercerita seperti itu rasanya hatiku pun menangis. Tapi airmata ini sudah terlalu kering untuk menetes. Sayatan hati ini mengena begitu dalam. Membuatku seakan antara hidup dan mati. Aku tahu, kita sama-sama wanita, sama-sama memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perasaan. Tapi aku yakin Allah mendengar doa kita, saudariku. Dan jika Allah meridhoi, apapun doa kita pasti akan dikabulkannya.

Bukankah Allah telah berjanji dalam Al Qur’anul Kaariim.
“Dan apabila bamba-bamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Satu hal yang bisa kita lakukan saat ini adalah berdoa dan berpikir positif bahwa Allah akan mengabulkan doa kita. Ya, doa kita saudariku. Allah akan memberikan yang terbaik untuk jalan hidup kita. Insya Allah jika Allah sudah berkehendak maka “Kun Fayakun” semua akan terjadi.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Nabi saw. bersabda: “Tetap dikabulkan doa seorang hamba, selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa atau pemutusan hubungan (silaturrahmi) dan selama tidak minta dipercepat.” Ada seseorang bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan minta dipercepat itu?” Beliau pun menjawab, “(Yaitu) ia berkata, Aku sudah berdoa dan terus berdoa tetapi belum pernah aku melihat doaku dikabulkan. Maka pada saat itu ia merasa letih dan tidak mau berdoa lagi.” (HR Muslim)

Aku percaya Allah akan mengabulkan doaku, juga doamu saudariku. tetaplah di jalan Allah, maka Allah senantiasa akan memudahkan segala urusanmu.

Saudariku, hapuslah airmata kesedihanmu. Serahkanlah segala keajaiban ini di tangan-Nya. Hanya kepada Allahlah aku memohon dan hanya kepada-Nyalah aku meminta pertolongan. Sesungguhnya Allah itu sangat dekat, lebih dekat daripada urat nadi. Allah akan mendengar permohonan orang-orang yang beriman dan Allah akan mengabulkan doa.

Saudariku, aku tahu ada bias kesedihan dalam pancaran matamu. Sama halnya dengan pancaran mataku saat menatap cermin. Semoga Allah menolong kita semua. Semoga Allah mengabulkan doa kita, aamiin yaa Rabbal Aalamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar