Senin, 02 November 2015

Menunggu Keajaiban dari Allah



Rara menunggu suaminya datang dengan cemas sekaligus menahan tangis sedari tadi siang. Hari ini suaminya pulang malam karena ada pekerjaan di kantor. Padahal seharusnya hari sabtu ini suaminya libur.  Sekitar pukul setengah sembilan malam suaminya baru pulang.

“Bagaimana kondisi dedeknya” tanya suami Rara.
“Baik” jawab Rara
“Berat badannya normal? Air ketuban ngga kurang?”
“Ngga ada masalah”
“Kamu kenapa?”
Akhirnya airmata Rara tumpah juga, “Kata dokter prediksinya cewek karena ngga ketemu monasnya”
“Monas?”
“Ya, tonjolan kalau bayi laki-laki”
“Ya sudah ga apa-apa, perempuan laki-laki sama saja, yang penting bayinya sehat. Lagipula kenapa mesti tanya-tanya begituan saat USG. Kan banyak juga USG yang salah prediksi”
Rara terdiam. Memang rasa penasaran menghantuinya. Pasalnya, anak pertama mereka perempuan dan sejak dari awal menikah Rara memang sangat menginginkan anak laki-laki sebagai buah hatinya.
“Dari sebelum Rara hamil, Rara berdoa semoga diberi anugerah hamil anak laki-laki. Sampai sekarang pun Rara masih berdoa” ucap Rara sambil sesenggukan menghapus air matanya.

Banyak orang yang menebak jenis kelamin bayi yang dikandung Rara adalah laki-laki. Bahkan Rara juga sempat berkali-kali mimpi bahwa dirinya memiliki satu anak perempuan dan satu anak laki-laki. Dan feeling Rara juga percaya kalau ini hamil anak laki-laki. Pasalnya rasa mual dan sakit kepala kerap dirasakannya  saat triwulan pertama. Sedangkan kehamilan anak pertamanya dulu tidak pernah mengalami sakit kepala dan mual sehebat itu.

“Sudah-sudah yang penting kita berdoa saja” kata suami Rara.
“Tapi Mas juga ikut doain, lewat dhuha dan tahajud supaya bayi dalam kandungan Rara ini laki-laki. Lagipula aku baca di internet, banyak yang salah perkiraan saat hamil. Dikiranya perempuan ternyata bayi yang lahir laki-laki”
“Iya Aamiin” ucap suami Rara menenangkan.

Rara bersyukur punya suami yang begitu sabar dan menenangkan. Tapi setiap kali mengingat saat dokter menyebutkan jenis kelamin janinnya yang berusia enam bulan itu, hatinya teriris sedih. Tak luput airmata menetes membasahi pipinya.

===
Di tengah malam, sujud Rara tak seperti biasanya.
“Ya Allah, tunjukkanlah kuasa-Mu, berikanlah keajaiban pada hamba. Jadikanlah anak dalam kandungan hamba ini seorang bayi laki-laki yang sehat dan sholeh. Aamiin”
Malaikat-malaikat di sekitar Rara mengamini doa Rara.

Rara  masih menunggu keajaiban yang datang dari Allah. Rara percaya Allah akan mengabulkan doanya. Bukankah Allah Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Rara tak akan bosan berdoa kepada Sang Penciptanya.

Allahumma inkunta khalqan fii bathnii fakawwinhu dzakaran. Allahummaj’alhu dzakaran maimunan mubarokan sholihan taqiyyan, aamiin yaa Rabbal alaamiin.

2 komentar:

  1. AKHIRNYA BAYINYA LAHIR CE ATAU CO MB

    BalasHapus
  2. iya lahirnya cewe apa cowo apa mungkin masih ada keajaiban Allah mengubah nya lagi.. soalny aku ga berhenti berdoa untuk d karuniain anak perempuan tapi kenyataan nya pas usg laki2 rasany hancur klw denger kata2 dokter yg sudah yakin anak aku laki2.. tapi aku g akan putus untuk berdoa..

    BalasHapus