Hatiku terluka. Benar-benar terluka. Ingin rasanya aku
menangis. Tapi aku sudah tak sanggup lagi menangis. Ya Allah, begitu rapuhkan
diriku. Ya Allah tegarkanlah hamba-Mu ini. Saat ini aku benar-benar terluka.
Aku menulis ini. Berharap lukaku mereda seiring bertambahnya
kata dalam tulisanku. Namun yang kurasakan luka itu semakin menusukku. Ya Allah
aku percaya akan pertolongan-Mu. Aku percaya Engkau akan mengabulkan doaku
selama ini.
Ya Allah, ini semua terlalu sakit. Tolonglah aku ya Allah. Sembuhkan
rasa sakit di dalam hatiku ini. Tegarkanlah aku akan semua janji-janji-Mu. Kabulkanlah
doaku ini ya Allah. Aamiin.
Berdoalah kepada
Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Q.s. al-A‘raf:
55)
Insya Allah aku tak akan bosan bedoa
kepada Allah. Semoga Allah memberkahi dan mengabulkan doaku. Aamiin.
“Atau siapakah yang
mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan
yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu sebagai khalifah di
bumi? Apakah ada tuhan lain selain Allah? Sedikit sekali kamu yang memperhatikannya.”
(Q.s. an-Naml: 62)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar