Kamis, 05 November 2015

My Beloved Husband



Kupandangi lelaki yang sudah tiga tahun ini mendampingiku. Teringat saat pertama kali bertemu dengannya. Sosoknya yang angkuh membuatku bertanya tanya apakah dirinyalah soulmate-ku. Dulu tubuhnya kurus ceking dengan dandanan tak teratur. Kini parasnya bersih dan dia telah bertambah berat badan sebanyak sepuluh kilo dari awal kami menikah.

Itulah suamiku, sosok yang selama ini tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Aku merindukan jodohku tapi sungguh aku tak pernah berpikir bahwa jodohku adalah dekat. Mungkin hanyalah firasat bahwa dia adalah laki-laki yang baik, itu yang membuatku mantap dinikahi olehnya.

Tentu saja dia berasal dari keluarga yang cukup terpandang, berbeda jauh denganku. Sempat aku merasa risih, tapi ternyata keluarganya sangat ramah terhadap keluargaku. Hingga tiga tahun berselang, lelaki inilah yang selalu memanjakanku. Padahal aku tidak cantik, tapi lelaki ini sangat menyayangiku. Aku sangat bersyukur pada Allah atas cinta yang luar biasa.

Kini , di rahimku telah tumbuh janin berusia enam bulan. Buah pernikahanku dengannya. Lebih tepatnya anak kedua kami. Alhamdulillah Allah selalu memberikan rahmat dan cinta-Nya sehingga kehidupan kami tidak pernah merasa kekurangan, baik secara materi maupun rasa di hati.

Aku masih memandangi suamiku yang mukanya berseri-seri. Tentu saja dia jauh lebih tampan dibandingkan saat aku mengenalnya dulu. Lelaki yang bersedia mengorbankan waktu dan hartanya demi kehidupanku dan anak-anakku. Semoga Allah selalu menjaga hatinya sehingga tetap menjadi lelaki sholeh yang akan menuntun kami menuju surga Allah.

Seiring usianya yang bertambah, doaku untuknya tak pernah terhenti. Semoga Allah selalu menyatukan hati kami di dunia sampai nanti di akhirat.  Aamiin.

To my beloved husband, I do love you …

Tidak ada komentar:

Posting Komentar