Kupandangi lelaki yang sudah tiga tahun ini mendampingiku. Teringat
saat pertama kali bertemu dengannya. Sosoknya yang angkuh membuatku bertanya tanya
apakah dirinyalah soulmate-ku. Dulu tubuhnya
kurus ceking dengan dandanan tak teratur. Kini parasnya bersih dan dia telah
bertambah berat badan sebanyak sepuluh kilo dari awal kami menikah.
Itulah suamiku, sosok yang selama ini tak pernah aku
bayangkan sebelumnya. Aku merindukan jodohku tapi sungguh aku tak pernah
berpikir bahwa jodohku adalah dekat. Mungkin hanyalah firasat bahwa dia adalah
laki-laki yang baik, itu yang membuatku mantap dinikahi olehnya.
Tentu saja dia berasal dari keluarga yang cukup terpandang,
berbeda jauh denganku. Sempat aku merasa risih, tapi ternyata keluarganya
sangat ramah terhadap keluargaku. Hingga tiga tahun berselang, lelaki inilah
yang selalu memanjakanku. Padahal aku tidak cantik, tapi lelaki ini sangat
menyayangiku. Aku sangat bersyukur pada Allah atas cinta yang luar biasa.
Kini , di rahimku telah tumbuh janin berusia enam bulan. Buah
pernikahanku dengannya. Lebih tepatnya anak kedua kami. Alhamdulillah Allah
selalu memberikan rahmat dan cinta-Nya sehingga kehidupan kami tidak pernah
merasa kekurangan, baik secara materi maupun rasa di hati.
Aku masih memandangi suamiku yang mukanya berseri-seri. Tentu
saja dia jauh lebih tampan dibandingkan saat aku mengenalnya dulu. Lelaki yang
bersedia mengorbankan waktu dan hartanya demi kehidupanku dan anak-anakku. Semoga
Allah selalu menjaga hatinya sehingga tetap menjadi lelaki sholeh yang akan
menuntun kami menuju surga Allah.
Seiring usianya yang bertambah, doaku untuknya tak pernah
terhenti. Semoga Allah selalu menyatukan hati kami di dunia sampai nanti di
akhirat. Aamiin.
To my beloved husband, I do love you …

Tidak ada komentar:
Posting Komentar