Kenangan tiga tahun yang lalu. Saat pertama mendapat gelar
sebagai seorang istri. Dirimu selalu memanggilku dengan panggilan “Sayangku”. Lalu
datang seraya memelukku.
Saat naik ke boncengan, dirimu selalu merapatkan tanganku ke
pinggangmu. Seolah tak ingin diriku terjatuh. Benar-benar merindukan saat-saat
itu.
Saat pulang dari sholat Jumat dirimu langsung menghampiriku
seraya berkata, “Aku tak tahu kenapa saat solat tadi yang terbayang adalah
paras sayangku”
Dimana panggilan itu sekarang. Aku tak lagi mendengarnya. Terkadang
via WA atau sms dirimu memanggilku “yang” tapi bukan “sayangku”. Ah aku
benar-benar merindukannya.
Aku merindukan semua keromantisan saat awal pernikahan kita.
Aku merindukannya. Waktu memang berlalu begitu cepat. Hingga akhirnya di depan
anak kita harus bersikap lebih dewasa. Sementara dirimu semakin sibuk dengan
pekerjaan. Aku pun tak jarang memarahimu karena sembarangan dalam mengeluarkan
uang yang tak berguna. Atau memarahimu karena lemburan dan piket yang tidak kau
tulis sehingga tidak ada uang premi.
Aku benar-benar iri melihat beberapa temanku yang baru saja
melangsungkan pernikahan. Jalan-jalan berdua, kata-kata romantic. Ah indahnya, ternyata
aku benar-benar merindukannya.
Suamiku, imamku, semoga Allah selalu merahmatimu dan merahmati keluarga kecil kita. Aamiin.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar