Jumat, 29 Mei 2015

Rindu Panggilan “Sayangku”


Kenangan tiga tahun yang lalu. Saat pertama mendapat gelar sebagai seorang istri. Dirimu selalu memanggilku dengan panggilan “Sayangku”. Lalu datang seraya memelukku.

Saat naik ke boncengan, dirimu selalu merapatkan tanganku ke pinggangmu. Seolah tak ingin diriku terjatuh. Benar-benar merindukan saat-saat itu.

Saat pulang dari sholat Jumat dirimu langsung menghampiriku seraya berkata, “Aku tak tahu kenapa saat solat tadi yang terbayang adalah paras sayangku”

Dimana panggilan itu sekarang. Aku tak lagi mendengarnya. Terkadang via WA atau sms dirimu memanggilku “yang” tapi bukan “sayangku”. Ah aku benar-benar merindukannya.

Aku merindukan semua keromantisan saat awal pernikahan kita. Aku merindukannya. Waktu memang berlalu begitu cepat. Hingga akhirnya di depan anak kita harus bersikap lebih dewasa. Sementara dirimu semakin sibuk dengan pekerjaan. Aku pun tak jarang memarahimu karena sembarangan dalam mengeluarkan uang yang tak berguna. Atau memarahimu karena lemburan dan piket yang tidak kau tulis sehingga tidak ada uang premi.

Aku benar-benar iri melihat beberapa temanku yang baru saja melangsungkan pernikahan. Jalan-jalan berdua, kata-kata romantic. Ah indahnya, ternyata aku benar-benar merindukannya.

Suamiku, imamku, semoga Allah selalu merahmatimu dan merahmati keluarga kecil kita. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar