Selasa, 02 Desember 2014

Tentang Seorang Bernama Fahmi


April 2012

Fahmi : Assalamu’alaikum
Aku menatap chat dari kakak kelasku sewaktu SMA. Terasa aneh karena aku tak pernah berbicara dengannya. Setahuku dirinya termasuk lelaki yang pendiam. Entah mengapa tiba-tiba dia menyapaku di chat facebook.

Laras : Wa’alaikumsalam
Fahmi : Dek Laras masih ingat aku kan? Kita pernah sekelas sewaktu bimbel

Ya, aku memang sekelas dengannya saat bimbel persiapan SPMB. Hal ini dikarenakan aku masuk kelas akselerasi. Jadi dua tahun saja waktu untuk menempuh SMA.

Laras : Masih inget lah. Mas Fahmi apa kabar?
Fahmi : Alhamdulillah sehat. Sekarang Dek Laras tinggal di Tangerang?
Laras : Iya Mas. Mas Fahmi tinggal dimana?
Fahmi : Bandung
Laras : Oh…kerja dimana sekarang?
Fahmi : LEN

LEN, Lembaga Elektronika Nasional ? Bukankah itu adalah tempat kerja Agung sekarang? Ah, mereka memang soulmate, kuliah sama di jurusan Elektro, sekarang bekerja di tempat yang sama. Bagaimana kabar Agung sekarang? Sejak sepuluh bulan yang lalu aku lost contact dengannya. Hanya gara-gara seorang wanita di tempat kerjanya yang dulu. Agung dulunya bekerja di GMF, Garuda Maintenance Facilities. Namun sudah sepuluh bulan ini dia pindah kerja di LEN.

Mengingat Agung sama seperti membuka luka masalalu. Agung yang sempat mendekatiku, yang hampir setiap malam mengirimkan pesan singkat ke nomer HP-ku, lalu tiba-tiba saja dirinya menghilang. Entah mengapa aku merasa  temannya yang bernama Vika- lah yang membuat dirinya menjauh dariku. Sejak Vika mengomentari statusnya di facebook, aku merasa Agung melupakanku. Agung tak pernah lagi mengirim pesan singkat ataupun menelponku. Padahal dahulu tak ada satu haripun tanpa kabar dari Agung. Ingin sekali aku tanyakan tentang Agung pada Fahmi, namun entah mengapa kuurungkan niatku.

Fahmi : Klo Bandung sama Tangerang deket dong
Laras : Ya  lumayan sih klo pke jalur darat
Fahmi : Dek Laras, dari SMA aku suka mperhatikan Adek. Aku sayang sama Dek Laras, maukah dek Laras menikah denganku?

Jantungku berdegup kencang. Kali ini aku tak tahu harus menjawab apa. Tiba-tiba terbayang sosok Fahmi Arifin, lelaki berpostur tak terlalu tinggi dan berkulit sawo matang. Ya, memang dia sering duduk agak jauh dariku saat bimbel dulu. Tapi aku sama sekali tidak menyangka dia memperhatikanku karena dia sayang sama aku sejak SMA. Sejak SMA sampai sekarang, itu kan delapan tahun yang lalu. Tapi mengapa dia baru mengatakannya sekarang.

Laras : Maaf Mas, aku ndak bisa

Jujur, rasanya aku ingin tertawa. Beberapa bulan yang lalu aku sibuk mencari pendamping. Tapi seolah semua lelaki enggan padaku. Sampai akhirnya aku mengajukan proposal nikah ke murobbi ku. Namun proposal itu belum juga ada jawaban.

Dan beberapa hari ini sudah ada beberapa lelaki yang menawarkan untuk mengenalku lebih jauh. Mulai dari anak tetangga, sampai sepupu tetangga, lalu sekarang kakak kelasku. Dimana tak ada hujan ataupun angin tiba-tiba dirinya menawarkan sebuah pernikahan padaku. Orang yang tak pernah terlintas sebelumnya dalam benakku. Hari ini dia mengucapkan kata sayang yang telah dipendamnya selama delapan tahun.

Satu-satunya alasan mengapa aku menolak semuanya adalah AKU AKAN MENIKAH BULAN DEPAN. Karena percakapan singkat itu, aku jadi tidak berani untuk mengumumkan pernikahanku di facebook. Biarlah aku mengundang teman-teman SMA dan kuliahku via milis.

6 Juni 2012

Aku hampir tidak percaya apa yang aku baca. Status di facebook milik Fahmi Arifin. Dia telah menikah pada hari ini dengan seorang wanita bernama Ikma Nurlaili. Subhanallah, masya Allah. Lalu apa maksud perkataannya saat bulan April lalu? Dia menawarkan pernikahan kepadaku.

Allahu akbar, Alhamdulillah, aku tidak memilih jalan yang salah. Karena kini statusku sudah menjadi istri orang. Aku tak tahu apa jadinya jika aku menerima tawaran dari seorang bernama Fahmi. Aku tak tahu, apakah Fahmi melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat karena patah hati padaku? ataukah memang pernikahannya sudah direncanakan jauh-jauh hari? Ataukah dia hanyalah satu dari sekian rintanganku untuk menikah dengan suamiku sekarang? Aku benar-benar syok dan tak mampu berpikir.

April 2013

Aku melihat anak pertama Fahmi terpampang di profil picture facebook-nya. Banyak ucapan selamat dari teman-temannya bahwa Fahmi sekarang telah menjadi ayah dari bayi yang cantik. Akupun ikut member ucapan selamat padanya. Seolah-olah percakapan setahun lalu itu tak pernah ada, dia pun tak pernah lagi bertanya tentangku. Apakah dirinya benar-benar patah hati padaku? ataukah itu hanya keisengannya belaka? Wallahu’alam.

Semoga Fahmi bahagia dengan keluarga kecilnya, dan akupun juga bahagia dengan keluargaku. aku tersenyum seraya memegang perut buncit dimana telah tumbuh buah hati pernikahanku. insya Allah bulan depan anak pertamaku lahir. Barakallah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar