April 2012
Fahmi : Assalamu’alaikum
Aku menatap
chat dari kakak kelasku sewaktu SMA. Terasa aneh karena aku tak pernah
berbicara dengannya. Setahuku dirinya termasuk lelaki yang pendiam. Entah
mengapa tiba-tiba dia menyapaku di chat
facebook.
Laras : Wa’alaikumsalam
Fahmi : Dek Laras masih
ingat aku kan? Kita pernah sekelas sewaktu bimbel
Ya, aku
memang sekelas dengannya saat bimbel persiapan SPMB. Hal ini dikarenakan aku
masuk kelas akselerasi. Jadi dua tahun saja waktu untuk menempuh SMA.
Laras : Masih inget lah.
Mas Fahmi apa kabar?
Fahmi : Alhamdulillah
sehat. Sekarang Dek Laras tinggal di Tangerang?
Laras : Iya Mas. Mas
Fahmi tinggal dimana?
Fahmi : Bandung
Laras : Oh…kerja dimana
sekarang?
Fahmi : LEN
LEN, Lembaga Elektronika Nasional
? Bukankah itu adalah tempat kerja Agung sekarang? Ah, mereka memang soulmate, kuliah sama di jurusan Elektro, sekarang bekerja di tempat yang sama.
Bagaimana kabar Agung sekarang? Sejak sepuluh bulan yang lalu aku lost contact dengannya. Hanya gara-gara seorang wanita di tempat kerjanya yang
dulu. Agung dulunya bekerja di GMF, Garuda Maintenance Facilities. Namun sudah sepuluh bulan ini dia pindah kerja di LEN.
Mengingat Agung sama seperti
membuka luka masalalu. Agung yang sempat mendekatiku, yang hampir setiap malam
mengirimkan pesan singkat ke nomer HP-ku, lalu tiba-tiba saja dirinya
menghilang. Entah mengapa aku merasa
temannya yang bernama Vika- lah yang membuat dirinya menjauh dariku.
Sejak Vika mengomentari statusnya di facebook, aku merasa Agung melupakanku. Agung
tak pernah lagi mengirim pesan singkat ataupun menelponku. Padahal dahulu tak
ada satu haripun tanpa kabar dari Agung. Ingin sekali aku tanyakan tentang
Agung pada Fahmi, namun entah mengapa kuurungkan niatku.
Fahmi : Klo Bandung sama Tangerang
deket dong
Laras : Ya lumayan sih klo pke jalur darat
Fahmi : Dek Laras, dari SMA aku suka
mperhatikan Adek. Aku
sayang sama Dek Laras, maukah dek Laras menikah denganku?
Jantungku
berdegup kencang. Kali ini aku tak tahu harus menjawab apa. Tiba-tiba terbayang
sosok Fahmi Arifin, lelaki berpostur tak terlalu tinggi dan berkulit sawo
matang. Ya, memang dia sering duduk agak jauh dariku saat bimbel dulu. Tapi aku
sama sekali tidak menyangka dia memperhatikanku karena dia sayang sama aku
sejak SMA. Sejak SMA sampai sekarang, itu kan delapan tahun yang lalu. Tapi
mengapa dia baru mengatakannya sekarang.
Laras : Maaf Mas, aku
ndak bisa
Jujur,
rasanya aku ingin tertawa. Beberapa bulan yang lalu aku sibuk mencari
pendamping. Tapi seolah semua lelaki enggan padaku. Sampai akhirnya aku
mengajukan proposal nikah ke murobbi ku. Namun proposal itu belum juga ada
jawaban.
Dan beberapa
hari ini sudah ada beberapa lelaki yang menawarkan untuk mengenalku lebih jauh.
Mulai dari anak tetangga, sampai sepupu tetangga, lalu sekarang kakak kelasku.
Dimana tak ada hujan ataupun angin tiba-tiba dirinya menawarkan sebuah
pernikahan padaku. Orang yang tak pernah terlintas sebelumnya dalam benakku.
Hari ini dia mengucapkan kata sayang yang telah dipendamnya selama delapan
tahun.
Satu-satunya
alasan mengapa aku menolak semuanya adalah AKU AKAN MENIKAH BULAN DEPAN. Karena
percakapan singkat itu, aku jadi tidak berani untuk mengumumkan pernikahanku di
facebook. Biarlah aku mengundang
teman-teman SMA dan kuliahku via milis.
6 Juni 2012
Aku hampir
tidak percaya apa yang aku baca. Status di facebook
milik Fahmi Arifin. Dia telah menikah pada hari ini dengan seorang wanita
bernama Ikma Nurlaili. Subhanallah, masya Allah. Lalu apa maksud perkataannya
saat bulan April lalu? Dia menawarkan pernikahan kepadaku.
Allahu akbar,
Alhamdulillah, aku tidak memilih jalan yang salah. Karena kini statusku sudah
menjadi istri orang. Aku tak tahu apa jadinya jika aku menerima tawaran dari
seorang bernama Fahmi. Aku tak tahu, apakah Fahmi melangsungkan pernikahan
dalam waktu dekat karena patah hati padaku? ataukah memang pernikahannya sudah
direncanakan jauh-jauh hari? Ataukah dia hanyalah satu dari sekian rintanganku
untuk menikah dengan suamiku sekarang? Aku benar-benar syok dan tak mampu
berpikir.
April 2013
Aku melihat
anak pertama Fahmi terpampang di profil
picture facebook-nya. Banyak ucapan selamat dari teman-temannya bahwa Fahmi
sekarang telah menjadi ayah dari bayi yang cantik. Akupun ikut member ucapan
selamat padanya. Seolah-olah percakapan setahun lalu itu tak pernah ada, dia
pun tak pernah lagi bertanya tentangku. Apakah dirinya benar-benar patah hati
padaku? ataukah itu hanya keisengannya belaka? Wallahu’alam.
Semoga Fahmi
bahagia dengan keluarga kecilnya, dan akupun juga bahagia dengan keluargaku.
aku tersenyum seraya memegang perut buncit dimana telah tumbuh buah hati
pernikahanku. insya Allah bulan depan anak pertamaku lahir. Barakallah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar