Aku merindukan negeri itu. Dimana segala cinta dan kasih
meneduhkan jiwa. Dimana tak ada sorotan jahat serta hinaan. Aku sangat
merindukan negeri itu. Dimana yang ada hanya airmata haru, bukan airmata
kesedihan. Dimana senyum tersungging dari setiap jiwa yang hidup. Aku sangat
merindukan negeri itu. Dimana kejahatan musna tak berbekas. Yang ada hanya
kerukunan dan kebaikan.
Aku merindukan negeri itu. Dimana anak-anak kecil bermain di
sungai yang jernih. Bukannya selalu bergantung pada kemajuan teknologi. Aku merindukan
negeri itu. Dimana para guru iklas memberikan seluruh ilmunya kepada
murid-muridnya. Dimana semua murid tunduk dan menghormati gurunya. Aku merindukan
negeri itu dimana alam masih hijau, sungai yang biru, dan kekayaan alam yang
masih tersimpan di bumi pertiwi.
Aku merindukan negeri itu. Negeri dimana hanya ada
kedamaian. Negeri dimana setiap jiwa sadar bahwa segala yang mereka lakukan
akan dipertanggungjawabkan suatu hari nanti. Negeri yang rakyatnya tidak takut
berjihad demi agamanya.
Aku sangat merindukan negeri itu….
Tapi apalah negeriku saat ini. Tiap hari tetesan airmata
sedih dan kecewa mengalir deras. Kejahatan dan keburukan ada dimana-mana. Agama
hanya menjadi formalitas belaka. Negeri ini telah hancur akhlak dan moralnya. Negeri
ini telah luluh oleh kejahatan insan didalamnya. Dimana keadilan, dimana
keceriaan, dimana kedamaian, dimana segala cinta bermuara, dimana kenyamanan,
dimana letaknya segala kasih?
Kerusakan alam negeriku, eksploitasi besar-besaran kekayaan
alam. Semua hancur luluh dan kelak akan lebih terasa kehancurannya. Dimana hati
tiap insan?
Sungguh aku sangat merindukan negeri indahku, bukan negeri
yang seperti ini.
“Ya Rabb selamatkanlah kami, tuntunlah hati kami menuju
jalan-Mu, mudahkanlah kami menuju rahmat dan ridho-Mu”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar