Kamis, 11 Desember 2014

Aku Merindukan Negeri Itu




Aku merindukan negeri itu. Dimana segala cinta dan kasih meneduhkan jiwa. Dimana tak ada sorotan jahat serta hinaan. Aku sangat merindukan negeri itu. Dimana yang ada hanya airmata haru, bukan airmata kesedihan. Dimana senyum tersungging dari setiap jiwa yang hidup. Aku sangat merindukan negeri itu. Dimana kejahatan musna tak berbekas. Yang ada hanya kerukunan dan kebaikan.

Aku merindukan negeri itu. Dimana anak-anak kecil bermain di sungai yang jernih. Bukannya selalu bergantung pada kemajuan teknologi. Aku merindukan negeri itu. Dimana para guru iklas memberikan seluruh ilmunya kepada murid-muridnya. Dimana semua murid tunduk dan menghormati gurunya. Aku merindukan negeri itu dimana alam masih hijau, sungai yang biru, dan kekayaan alam yang masih tersimpan di bumi pertiwi.

Aku merindukan negeri itu. Negeri dimana hanya ada kedamaian. Negeri dimana setiap jiwa sadar bahwa segala yang mereka lakukan akan dipertanggungjawabkan suatu hari nanti. Negeri yang rakyatnya tidak takut berjihad demi agamanya.

Aku sangat merindukan negeri itu….

Tapi apalah negeriku saat ini. Tiap hari tetesan airmata sedih dan kecewa mengalir deras. Kejahatan dan keburukan ada dimana-mana. Agama hanya menjadi formalitas belaka. Negeri ini telah hancur akhlak dan moralnya. Negeri ini telah luluh oleh kejahatan insan didalamnya. Dimana keadilan, dimana keceriaan, dimana kedamaian, dimana segala cinta bermuara, dimana kenyamanan, dimana letaknya segala kasih?

Kerusakan alam negeriku, eksploitasi besar-besaran kekayaan alam. Semua hancur luluh dan kelak akan lebih terasa kehancurannya. Dimana hati tiap insan?

Sungguh aku sangat merindukan negeri indahku, bukan negeri yang seperti ini.

“Ya Rabb selamatkanlah kami, tuntunlah hati kami menuju jalan-Mu, mudahkanlah kami menuju rahmat dan ridho-Mu”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar