Pagi ini aku mendengar pernyataan seorang suami yang sedang
mengambil laundry bajunya. “Saya taruh baju saya di laundry karena kasihan
istri saya sedang hamil dua bulan.”
Tertegun oleh pernyataan laki-laki tersebut, aku jadi ingat
peristiwa tiga hari yang lalu. Tepatnya
senin malam. Badanku yang rupanya terindikasi terkena flu, batuk dan pilek ini
merasa begitu capek sepulang kerja. Akibatnya tumpukan baju di mesin cuci
terabaikan begitu saja. Dengan telaten suamiku mencuci dan menjemur baju-baju
tersebut. Sebenarnya cuci baju aku lakukan tiap hari Sabtu dan minggunya sudah
bisa aku setrika. Namun karena sabtu minggu ada tukang bangunan yang akan
membuat kamar tidur untuk calon buah hati kami, terpaksa segala hal yang
merepotkan aku tunda di hari kerja, termasuk mencuci baju.
Sebelum mencuci pakaian, suamiku sempat membersihkan piring
dan gelas kotor bekas sarapan tadi pagi. Tak lupa dia menatanya dengan rapi di
rak.
Usai menjemur pakaian, suamiku mendapatiku sedang tidur. Dengan
lembut dia membangunkanku yang malam itu
belum makan malam. Akhirnya kami baru keluar rumah pukul Sembilan malam. Suamiku
mengajakku makan di roti bakar 88. Biasanya disitu disediakan steak, namun
ternyata karena sudah larut malam menu yang ada tinggal mie dan roti. Aku memilih
roti bakar coklat susu dan teh manis, sementara itu suamiku makan mie goreng jumbo
plus telur serta es milo. Untuk menu sederhana itu suamiku membayar 28 ribu. Sempat
dia bercanda kalau makan mie goreng di rumah harganya gratis. Aku tersenyum
malu.
Jujur aku malu dengan perlakuan suamiku yang begitu manis
padaku. Dia dalam kondisi apapun selalu berusaha memenuhi kewajibannya sebagai
seorang suami, tapi apa yang aku lakukan. Bahkan memasak untuk makan malam pun
tidak pernah. Sementara itu, gara-gara aku, suamiku harus bersabar di tengah
kemacetan karena mesti pulang pergi ke kantor membawa mobil.
Meskipun aku tahu, dia begitu bahagia menantikan kehadiran
buah hati pertama kami. Namun terkadang aku menilai diriku terlalu manja. Dan dia
adalah laki-laki yang paling sabar yang pernah kutemui. Allah telah memberiku
seorang pendamping yang begitu sempurna.
Yaa Allah, berikan perlindungan pada suamiku tercinta.
Lindungilah dia dari segala bahaya, zina dan fitnah.
Jadikanlah dia imam terbaik di keluarga kami.
Limpahilah keluarga kami dengan rahmat dan kasihmu.
Mudahkanlah bagi kami menjadi keluarga sakinah mawadah
warahmah.
Satukanlah kami dalam suka maupun dalam duka.
Yaa Allah, kabulkanlah doaku.
Aamiin…
Peluk cium untuk suamiku tercinta, I love u ….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar