Kamis, 25 April 2013

Perjuangan Seorang Suami




Pagi ini aku mendengar pernyataan seorang suami yang sedang mengambil laundry bajunya. “Saya taruh baju saya di laundry karena kasihan istri saya sedang hamil dua bulan.”

Tertegun oleh pernyataan laki-laki tersebut, aku jadi ingat peristiwa tiga hari yang lalu.  Tepatnya senin malam. Badanku yang rupanya terindikasi terkena flu, batuk dan pilek ini merasa begitu capek sepulang kerja. Akibatnya tumpukan baju di mesin cuci terabaikan begitu saja. Dengan telaten suamiku mencuci dan menjemur baju-baju tersebut. Sebenarnya cuci baju aku lakukan tiap hari Sabtu dan minggunya sudah bisa aku setrika. Namun karena sabtu minggu ada tukang bangunan yang akan membuat kamar tidur untuk calon buah hati kami, terpaksa segala hal yang merepotkan aku tunda di hari kerja, termasuk mencuci baju.

Sebelum mencuci pakaian, suamiku sempat membersihkan piring dan gelas kotor bekas sarapan tadi pagi. Tak lupa dia menatanya dengan rapi di rak.

Usai menjemur pakaian, suamiku mendapatiku sedang tidur. Dengan lembut dia membangunkanku  yang malam itu belum makan malam. Akhirnya kami baru keluar rumah pukul Sembilan malam. Suamiku mengajakku makan di roti bakar 88. Biasanya disitu disediakan steak, namun ternyata karena sudah larut malam menu yang ada tinggal mie dan roti. Aku memilih roti bakar coklat susu dan teh manis, sementara itu suamiku makan mie goreng jumbo plus telur serta es milo. Untuk menu sederhana itu suamiku membayar 28 ribu. Sempat dia bercanda kalau makan mie goreng di rumah harganya gratis. Aku tersenyum malu.

Jujur aku malu dengan perlakuan suamiku yang begitu manis padaku. Dia dalam kondisi apapun selalu berusaha memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami, tapi apa yang aku lakukan. Bahkan memasak untuk makan malam pun tidak pernah. Sementara itu, gara-gara aku, suamiku harus bersabar di tengah kemacetan karena mesti pulang pergi ke kantor membawa mobil.

Meskipun aku tahu, dia begitu bahagia menantikan kehadiran buah hati pertama kami. Namun terkadang aku menilai diriku terlalu manja. Dan dia adalah laki-laki yang paling sabar yang pernah kutemui. Allah telah memberiku seorang pendamping yang begitu sempurna.

Yaa Allah, berikan perlindungan pada suamiku tercinta.
Lindungilah dia dari segala bahaya, zina dan fitnah.
Jadikanlah dia imam terbaik di keluarga kami.
Limpahilah keluarga kami dengan rahmat dan kasihmu.
Mudahkanlah bagi kami menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah.
Satukanlah kami dalam suka maupun dalam duka.
Yaa Allah, kabulkanlah doaku.
Aamiin…

Peluk cium untuk suamiku tercinta, I love u ….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar