Jumat, 12 April 2013

Cinta Sejati



Manakala hati menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku

Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian

Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku
Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita

Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan Pasti tahu cinta kita sejati

Lembah yang berwarna
Membentuk melekuk memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesunyian cinta

Lirik lagu “Cinta Sejati” yang disenandungkan oleh Bunga Citra Lestari dalam sountrack film “Habibie dan Ainun” berkumandang dari radio di Grand Livina.

“Itu lagunya siapa sih Dek?” tanya suamiku.
“Lagunya BCL, Ost-nya Habibie Ainun” jawabku.
“Ooo…”
“Masa’ lupa toh Sayang, liriknya bagus ya”

Seperti mentari pagi, hadirmu dalam kehidupanku.
Seperti langit jingga yang mengiringi terbitnya sang matahari.
Itulah cinta yang kauberikan untukku, sangat indah.
Bahkan, masih belum bisa aku percaya telah menemukanmu.
Sebuah cinta terindah untukku.

Sekian lama menunggu dalam penuh pengharapan.
Berharap keajaiban atas hadirnya cinta di hidupku.
Dan dirimulah jawaban atas segala doaku.

Inilah detik ketika cinta bertemu cinta.
Kesucian hati tanpa ada cinta semu.
Bersatu dalam pengharapan ridho Allah.
Membangun keluarga sakinah mawadah warahmah.

Setiap malam, seakan bintang tersenyum pada kita.
Melantunkan lagu cinta tak terhenti.
Kesabaran dan senyumanmu menentramkan hati.
Dan cintamu meluluhkan setiap keangkuhanku.
Selalu peluk aku dalam kasihmu.
Selalu doakan aku menjadi bidadari terindah bagimu, suamiku tercinta.
Semoga cinta kita selalu mendapat ridho Allah, Aamiin.

Lelaki yang berada disampingku mencium pipiku.
“Sayang, sudah sampai rumah nih, pulas amat tidurnya” kata suamiku.
Ternyata aku tertidur saat perjalanan dari kantor menuju rumah. Kulihat rumah mungil kami di hadapanku.
“Alhamdulillah” ucapku seraya membuka pintu mobil.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar