Manakala hati menggeliat mengusik
renungan
Mengulang kenangan saat cinta
menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan
berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil
namaku
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Aku tak pernah pergi, selalu ada di
hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di
dalam hatiku
Sukmaku berteriak, menegaskan ku
cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta
menyatukan kita
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan Pasti
tahu cinta kita sejati
Lembah yang berwarna
Membentuk melekuk memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesunyian cinta
Lirik lagu “Cinta Sejati” yang
disenandungkan oleh Bunga Citra Lestari dalam sountrack film “Habibie dan Ainun”
berkumandang dari radio di Grand Livina.
“Itu lagunya siapa sih Dek?” tanya suamiku.
“Lagunya BCL, Ost-nya Habibie Ainun”
jawabku.
“Ooo…”
“Masa’ lupa toh Sayang, liriknya
bagus ya”
Seperti mentari pagi, hadirmu dalam
kehidupanku.
Seperti langit jingga yang
mengiringi terbitnya sang matahari.
Itulah cinta yang kauberikan
untukku, sangat indah.
Bahkan, masih belum bisa aku
percaya telah menemukanmu.
Sebuah cinta terindah untukku.
Sekian lama menunggu dalam penuh
pengharapan.
Berharap keajaiban atas hadirnya
cinta di hidupku.
Dan dirimulah jawaban atas segala
doaku.
Inilah detik ketika cinta bertemu
cinta.
Kesucian hati tanpa ada cinta semu.
Bersatu dalam pengharapan ridho
Allah.
Membangun keluarga sakinah mawadah
warahmah.
Setiap malam, seakan bintang
tersenyum pada kita.
Melantunkan lagu cinta tak
terhenti.
Kesabaran dan senyumanmu
menentramkan hati.
Dan cintamu meluluhkan setiap
keangkuhanku.
Selalu peluk aku dalam kasihmu.
Selalu doakan aku menjadi bidadari
terindah bagimu, suamiku tercinta.
Semoga cinta kita selalu mendapat
ridho Allah, Aamiin.
Lelaki yang berada disampingku
mencium pipiku.
“Sayang, sudah sampai rumah nih,
pulas amat tidurnya” kata suamiku.
Ternyata aku tertidur saat
perjalanan dari kantor menuju rumah. Kulihat rumah mungil kami di hadapanku.
“Alhamdulillah” ucapku seraya
membuka pintu mobil.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar