Hati ini masih menyimpan kenangan pahit itu.
Disaat airmata menjadi teman di setiap waktu.
Mereka tak pernah peduli.
Dan takkan peduli.
Karena itu aku marah padamu.
Karena itu airmataku mengalir kemarin.
Karena aku tak ingin kisah sedih itu berulang.
Karena aku hanya ingin ketenangan.
Mengertilah suamiku,
Pahitnya kisah lalu itu masih sangat membekas.
Masih menyisakan genangan airmata.
Masih terasa begitu rentan diriku.
Mengertilah suamiku,
Aku tak pernah meminta lebih.
Aku hanya ingin kau peduli.
Dan mampu memahami ketakutanku.
Maafkan aku yang menangis.
Maafkan aku yang tak bisa membendung amarahku.
Maafkan aku jika itu membuatmu marah.
Aku hanya masih trauma dengan kisah lalu.
Aku tak ingin semua itu terulang kembali.
Aku ingin anak-anakku hidup dengan tawa bahagia.
Mungkin kau tak pernah merasakan.
Kepedihan kisah yang aku alami.
Namun kumohon, mengertilah.
Aku hanya ingin kau memahami.
Aku tak mau mengganggu dan tak mau diganggu.
Sekarang ataupun nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar