Tak ada kata yang bisa kuungkapkan saat tatapan lembutmu
menyerbuku. Tak ada keraguan dalam hatiku akan kebaikan sikapmu saat kau
tersenyum padaku. Inilah perasaan yang kurasakan saat pertama kali berjumpa
denganmu. Setahun yang lalu, saat aku hanya tahu sebatas namamu.
Berjuta lompatan gembira saat kutahu kau rasakan hal yang
sama. Perasaan bahwa pada nantinya kita akan berikatan jodoh. Tanpa ada kendala
segalanya terjadi begitu saja. Restu dari keluarga mempermudah ikatan
pernikahan diantara kita. Sungguh, ini adalah anugerah terindah buatku.
Damai rasanya berada di sampingmu. Merasakan genggaman
tanganmu untuk selalu menjagaku. Sungguh, suatu cerita cinta yang indah dari
Sang Pencipta. Segala syukur kita panjatkan atas kasih saying yang tiba-tiba dating
di hati ini.
Suamiku, begitu halus tuturmu. Begitu sabar sikapmu. Beruntunglah
diriku memiliki jodoh sepertimu. Akhlakmu sungguh mulia. Hatimu sungguh
menawan.
Suamiku, mungkin aku sering membuatmu menangis atas sikap
manjaku. Aku yang tak ingin jauh darimu. Aku yang selalu ingin bersamamu. Namun
tangis dalam diammu itu menegur hatiku. Terkadang malah menyesakkan hatiku. Seharusnya
aku memahami, kau pun juga tak ingin meninggalkanku sendiri. Meskipun pekerjaan
menguras banyak waktumu.
Suamiku, begitu tegar dirimu menghadapi segala cobaan. Kekagumanku
semakin bertambah dari hari ke hari. Rasanya kata “I Love you” tak cukup untuk
menggambarkan betapa kagumnya diriku. Aku terhanyut dalam jaringan cinta suci
yang kau pancarkan. Aku semakin larut dalam kelembutan sikapmu.
Suamiku, I do love you

Tidak ada komentar:
Posting Komentar