Kamis, 21 Februari 2013

Cinta Suamiku




Tak ada kata yang bisa kuungkapkan saat tatapan lembutmu menyerbuku. Tak ada keraguan dalam hatiku akan kebaikan sikapmu saat kau tersenyum padaku. Inilah perasaan yang kurasakan saat pertama kali berjumpa denganmu. Setahun yang lalu, saat aku hanya tahu sebatas namamu.

Berjuta lompatan gembira saat kutahu kau rasakan hal yang sama. Perasaan bahwa pada nantinya kita akan berikatan jodoh. Tanpa ada kendala segalanya terjadi begitu saja. Restu dari keluarga mempermudah ikatan pernikahan diantara kita. Sungguh, ini adalah anugerah terindah buatku.

Damai rasanya berada di sampingmu. Merasakan genggaman tanganmu untuk selalu menjagaku. Sungguh, suatu cerita cinta yang indah dari Sang Pencipta. Segala syukur kita panjatkan atas kasih saying yang tiba-tiba dating di hati ini.

Suamiku, begitu halus tuturmu. Begitu sabar sikapmu. Beruntunglah diriku memiliki jodoh sepertimu. Akhlakmu sungguh mulia. Hatimu sungguh menawan.

Suamiku, mungkin aku sering membuatmu menangis atas sikap manjaku. Aku yang tak ingin jauh darimu. Aku yang selalu ingin bersamamu. Namun tangis dalam diammu itu menegur hatiku. Terkadang malah menyesakkan hatiku. Seharusnya aku memahami, kau pun juga tak ingin meninggalkanku sendiri. Meskipun pekerjaan menguras banyak waktumu.

Suamiku, begitu tegar dirimu menghadapi segala cobaan. Kekagumanku semakin bertambah dari hari ke hari. Rasanya kata “I Love you” tak cukup untuk menggambarkan betapa kagumnya diriku. Aku terhanyut dalam jaringan cinta suci yang kau pancarkan. Aku semakin larut dalam kelembutan sikapmu.

Suamiku, I do love you

Tidak ada komentar:

Posting Komentar