Jumat, 04 Januari 2013

Pemeriksaan Kandungan Tahap-4




Kali ini aku tak bisa menyembunyikan rasa kekecewaanku. Hingga suamiku tahu apa yang sedang aku pikirkan. Ketakutan yang ada di dalam  pikiranku, ketakutan akan apa yang ada di hadapanku. Padahal siapa aku??? Aku sama sekali tidak berhak untuk menghakimi apa yang akan terjadi esok hari.

Sabtu, 29 Desember 2012
Periksa kandunganku yang usianya hampir  lima bulan. Suatu pernyataan dari dokter yang membuat raut mukaku langsung berubah. Seketika juga ruangan terasa pengap bagiku. Senyum yang memudar dari bibirku. Aku takut jika tiba-tiba aku menangis. Hal yang tak bisa aku kendalikan ketika pikiranku sedang kacau. Rupanya suamiku menangkap kekhawatiranku.

Usai pemeriksaan suamiku membawa aku untuk berkunjung ke rumah adiknya di Bekasi. Ingin mengunjungi keponakan kami yang selama ini tinggal di Rembang. Bayi mungil bernama Nabila Azyan Firdausi. Dalam perjalanan suamiku menegur mengapa aku lebih pendiam, dan aku hanya menjawab “Tidak apa-apa”. Berulangkali suamiku bertanya dan aku menjawab dengan jawaban yang sama.

Hasil pemeriksaan di RS Hermina Daan Mogot berat badanku naik sekitar 3 kg. sekarang berat badanku 52,6 kg, tekanan darah masih rendah 100/60, dan bayi dalam kandunganku sudah tidak kekurangan air ketuban. Dokter juga sudah memeriksa jari-jari tangan dan kaki bayi mungil dalam kandunganku. Alhamdulillah semuanya masih dalam batas normal. 

“Kecewa karena dokter mengatakan kemungkinan merupakan bayi perempuan???” tanya suamiku retoris. Meledaklah tangis yang selama ini aku sembunyikan.

Tangisku tidak hanya sekali, melainkan tiga kali dalam sehari. Hingga suamiku memintaku untuk menceritakan kekhawatiran yang menaungi pikiranku. Aku memang kerap berpikir terlalu panjang, bahkan hal yang sangat jauh dari masa depanku.

Alhamdulillah, Allah memberi suami yang sangat sabar bagiku. Bahkan dikala aku tidak ingin makan, dia berusaha menuruti semua keinginanku, walaupun akhirnya dia yang menyuapiku. Kekhawatiranku yang selama ini membelenggu belum juga hilang, namun suamiku berusaha mengurangi beban yang ada di pikiranku. Semoga Allah selalu melindungi kami semua. Aamiin…

Satu hal yang aku masih tak mengerti. Banyak yang berpikir aku adalah wanita yang tangguh dengan segala keimanan yang aku miliki. Padahal jauh di dalam hatiku, aku sebenarnya takut. Hanya saja aku yakin Allah selalu bersamaku.

Kini, aku harus menepis semua kekhawatiran ini. Kuyakinkan diri hanya Allah yang mampu melindungi hamba-Nya. Hanya Allah yang bisa memberi pertolongan setiap hamba-Nya. Hanya Allah yang bisa memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya yang bertaqwa.

Dan tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorangpun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal. (QS. Luqman : 34)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar