Kali ini aku tak bisa menyembunyikan rasa kekecewaanku. Hingga
suamiku tahu apa yang sedang aku pikirkan. Ketakutan yang ada di dalam pikiranku, ketakutan akan apa yang ada di
hadapanku. Padahal siapa aku??? Aku sama sekali tidak berhak untuk menghakimi
apa yang akan terjadi esok hari.
Sabtu, 29 Desember 2012
Periksa kandunganku yang usianya hampir lima bulan. Suatu pernyataan dari dokter yang
membuat raut mukaku langsung berubah. Seketika juga ruangan terasa pengap
bagiku. Senyum yang memudar dari bibirku. Aku takut jika tiba-tiba aku
menangis. Hal yang tak bisa aku kendalikan ketika pikiranku sedang kacau. Rupanya
suamiku menangkap kekhawatiranku.
Usai pemeriksaan suamiku membawa aku untuk berkunjung ke
rumah adiknya di Bekasi. Ingin mengunjungi keponakan kami yang selama ini tinggal
di Rembang. Bayi mungil bernama Nabila Azyan Firdausi. Dalam perjalanan suamiku
menegur mengapa aku lebih pendiam, dan aku hanya menjawab “Tidak apa-apa”. Berulangkali
suamiku bertanya dan aku menjawab dengan jawaban yang sama.
Hasil pemeriksaan di RS Hermina Daan Mogot berat badanku
naik sekitar 3 kg. sekarang berat badanku 52,6 kg, tekanan darah masih rendah
100/60, dan bayi dalam kandunganku sudah tidak kekurangan air ketuban. Dokter juga
sudah memeriksa jari-jari tangan dan kaki bayi mungil dalam kandunganku. Alhamdulillah
semuanya masih dalam batas normal.
“Kecewa karena dokter mengatakan kemungkinan merupakan bayi
perempuan???” tanya suamiku retoris. Meledaklah tangis yang selama ini aku
sembunyikan.
Tangisku tidak hanya sekali, melainkan tiga kali dalam
sehari. Hingga suamiku memintaku untuk menceritakan kekhawatiran yang menaungi
pikiranku. Aku memang kerap berpikir terlalu panjang, bahkan hal yang sangat
jauh dari masa depanku.
Alhamdulillah, Allah memberi suami yang sangat sabar bagiku.
Bahkan dikala aku tidak ingin makan, dia berusaha menuruti semua keinginanku,
walaupun akhirnya dia yang menyuapiku. Kekhawatiranku yang selama ini
membelenggu belum juga hilang, namun suamiku berusaha mengurangi beban yang ada
di pikiranku. Semoga Allah selalu melindungi kami semua. Aamiin…
Satu hal yang aku masih tak mengerti. Banyak yang berpikir
aku adalah wanita yang tangguh dengan segala keimanan yang aku miliki. Padahal jauh
di dalam hatiku, aku sebenarnya takut. Hanya saja aku yakin Allah selalu
bersamaku.
Kini, aku harus menepis semua kekhawatiran ini. Kuyakinkan diri
hanya Allah yang mampu melindungi hamba-Nya. Hanya Allah yang bisa memberi
pertolongan setiap hamba-Nya. Hanya Allah yang bisa memberikan yang terbaik
bagi hamba-Nya yang bertaqwa.
Dan tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan
pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorangpun yang
mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha
Mengenal. (QS. Luqman : 34)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar