
Mungkin semua harusnya telah usai
Namun masih juga detik itu berlalu
Membelenggu tiap hati yang inginkan kebebasan
Tuhan, tolong aku
Bisik para hati yang tertawan
Menelusup rasa duka tiada henti
Aku ingin ia datang menolongku
Memberi sepercik cahaya hingga aku masih punya alasan
Ini bukan sekadar hidup atau mati
Tuhan, seharusnya rasa itu tidak menghujamku
Membawaku dalam dunia pikiranku
Membelenggu hati yang begitu rapuh
Kini biar semua tertulis
Dalam lapisan atmosfer
Yang tiada pernah terbaca
Hanya menyesak rindu semakin abstrak
Membawa keabadian cinta semu
Entah kapan berakhir
Tuhan, kutitipkan ia pada-Mu
Sekalipun aku tiada mengenali
Namun aku yakin ia mencintai-Mu
Seputih awan yang menghiasi langit
Tuhan, lindungilah selalu tiap langkahnya
Karena cahaya kasih-Mu akan selalu tumbuh di hatinya
Dan ia takkan berpaling dari-Mu
Bekasi, 4 Agustus 2010
Ditulis oleh : Eka S
Tidak ada komentar:
Posting Komentar