Selasa, 28 Juni 2016

Ayat-ayat Cinta

Desir pasir di padang tandus

Segersang pemikiran hati
Terkisah ku di antara cinta yang rumit
Bila keyakinanku datang
Kasih bukan sekadar cinta
Pengorbanan cinta yang agung
Ku pertaruhkan
Reff:
Maafkan bila ku tak sempurna
Cinta ini tak mungkin ku cegah
Ayat-ayat cinta bercerita
Cintaku padamu
Bila bahagia mulai menyentuh
Seakan ku bisa hidup lebih lama
Namun harus ku tinggalkan cinta
Ketika ku bersujud

Lirik lagi ayat-ayat cinta yang dibawakan Rossa mengalum lembut dari computer kantorku.

Apa artinya aku tanpa dirimu, mungkin sama seperti burung tanpa sayap. Hampa, hambar, gersang, senyap, sepi, kosong atau apapun itu. Yang jelas perasaan itu sendu tanpa kata.

Itu yang aku rasakan ketika aku menemukanmu. Dari sekian banyak hamba Allah yang cinta pada-Nya. Aku memang bukanlah sosok sempurna, namun kehadiranmu membuatku tampak sempurna. Kita saling menutupi kekurangan, saling menguatkan, saling menyayangi, saling mencintai. Semua itu karena rahmat dan ridho yang Allah berikan.

Teringat saat-saat akan menikah denganmu. Aku berdoa kepada Sang Pencipta. Jika memang dirimu adalah jodoh yang Allah ridhokan atasku, maka pernikahan ini akan berlangsung dengan baik. Dan segalanya memang lebih baik sejak ada dirimu. Dirimu adalah belahan jiwaku, suamiku tercinta.

Dalam cahaya islam kita bertemu. Dalam cahaya taqwa kita berusaha untuk tetap berada di jalan-Nya. Semoga cahaya iman dan islam tetap menjadi landasan kita dalam membina rumah tangga.

Beberapa waktu lalu, aku membaca novel ayat-ayat cinta 2. Ada hal yang membuatku terusik. Satu ungkapan “Al Islamu mahjuubun bil muslimin (islam tertutup oleh umat islam)”. Cahaya keindahan islam tertutupi oleh perilaku buruk umat islam. Dan perilaku-perilaku itu sama sekali tidak mencerminkan ajaran islam. Tidak juga bagian dari ajaran islam. Akan tetapi karena mulut mereka setiap saat mengaku bahwa mereka adalah umat islam, wajar jika banyak orang menganggap seperti itulah ajaran islam. Padahal itu bukan ajaran islam. Akibatnya, jika yang dilihat adalah perilaku sebagian umat islam yang tidak terpuji itu, dan itu yang dijadikan timbangan, maka orang bisa antipasti kepada islam. Tak ayal, cahaya keindahan islam tertutupi. Tragisnya yang menutupi cahaya islam itu justru perilaku pemeluknya yang tidak islami.

Masya Allah, semoga aku dan keluarga bukan termasuk golongan perusak cahaya islam. Semoga keluarga kami selalu berada dalam cinta kasih Allah, selalu mengamalkan aturan Allah, dan kelak masuk surga bersama mujahid-mujahid Allah. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar