Desir
pasir di padang tandus
Segersang
pemikiran hati
Terkisah
ku di antara cinta yang rumit
Bila keyakinanku datang
Bila keyakinanku datang
Kasih
bukan sekadar cinta
Pengorbanan
cinta yang agung
Ku
pertaruhkan
Reff:
Reff:
Maafkan
bila ku tak sempurna
Cinta
ini tak mungkin ku cegah
Ayat-ayat
cinta bercerita
Cintaku
padamu
Bila
bahagia mulai menyentuh
Seakan
ku bisa hidup lebih lama
Namun
harus ku tinggalkan cinta
Ketika
ku bersujud
Lirik lagi
ayat-ayat cinta yang dibawakan Rossa mengalum lembut dari computer kantorku.
Apa artinya
aku tanpa dirimu, mungkin sama seperti burung tanpa sayap. Hampa, hambar,
gersang, senyap, sepi, kosong atau apapun itu. Yang jelas perasaan itu sendu
tanpa kata.
Itu yang aku
rasakan ketika aku menemukanmu. Dari sekian banyak hamba Allah yang cinta
pada-Nya. Aku memang bukanlah sosok sempurna, namun kehadiranmu membuatku
tampak sempurna. Kita saling menutupi kekurangan, saling menguatkan, saling
menyayangi, saling mencintai. Semua itu karena rahmat dan ridho yang Allah
berikan.
Teringat saat-saat
akan menikah denganmu. Aku berdoa kepada Sang Pencipta. Jika memang dirimu
adalah jodoh yang Allah ridhokan atasku, maka pernikahan ini akan berlangsung
dengan baik. Dan segalanya memang lebih baik sejak ada dirimu. Dirimu adalah
belahan jiwaku, suamiku tercinta.
Dalam cahaya
islam kita bertemu. Dalam cahaya taqwa kita berusaha untuk tetap berada di
jalan-Nya. Semoga cahaya iman dan islam tetap menjadi landasan kita dalam
membina rumah tangga.
Beberapa waktu
lalu, aku membaca novel ayat-ayat cinta 2. Ada hal yang membuatku terusik. Satu
ungkapan “Al Islamu mahjuubun bil
muslimin (islam tertutup oleh umat islam)”. Cahaya keindahan islam
tertutupi oleh perilaku buruk umat islam. Dan perilaku-perilaku itu sama sekali
tidak mencerminkan ajaran islam. Tidak juga bagian dari ajaran islam. Akan tetapi
karena mulut mereka setiap saat mengaku bahwa mereka adalah umat islam, wajar
jika banyak orang menganggap seperti itulah ajaran islam. Padahal itu bukan
ajaran islam. Akibatnya, jika yang dilihat adalah perilaku sebagian umat islam
yang tidak terpuji itu, dan itu yang dijadikan timbangan, maka orang bisa antipasti
kepada islam. Tak ayal, cahaya keindahan islam tertutupi. Tragisnya yang
menutupi cahaya islam itu justru perilaku pemeluknya yang tidak islami.
Masya Allah,
semoga aku dan keluarga bukan termasuk golongan perusak cahaya islam. Semoga keluarga
kami selalu berada dalam cinta kasih Allah, selalu mengamalkan aturan Allah,
dan kelak masuk surga bersama mujahid-mujahid Allah. Aamiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar