Menari kembali dikala sang hujan menyirami. Mencoba meneduhkan
hati yang kian pedih. Mengapa harus ada kisah ini jika memang membuat luka
hati. Mengapa harus ada dirimu dan dirinya dalam kehidupanku. Tak adakah
sedikit waktu untuk berbenah diri. Mencoba meraih kembali mimpi yang terpendam.
Mencoba kembali meraih cinta yang telah hilang entah kemana.
Ketika sang pelangi muncul dengan indahnya. Itukah yang bisa
kuharapkan dari semua kepedihan ini. Ya, secerah cahaya pelangi, sejuk dan
menenangkan setiap jiwa yang memandang. Mungkinkah sesuatu yang indah akan
hadir tepat pada waktunya. Menghapus setiap tetesan airmata kepedihan.
Masih juga rintik itu hadir. Menyisakan berjuta Tanya tentang
kehadiran cinta. Bagaimana jika aku tak sanggup menghapus bayangannya. Sedangkan
dirinya kini telah menjadi kekasih pria lain. Bidadariku, tak bisakah kau
melihatku sejenak. Menghadirkan senyum yang selalu lekat di parasmu. Bidadariku,
bagaimana aku harus merelakanmu bersamanya.
Bertahun sudah berlalu
Kini, hujan itu hadir kembali. Namun aku tak lagi merindukan
bidadariku yang dulu. Mungkin dirinya telah bahagia bersama pria yang kini
selalu disampingnya. Jantungku berdegup kencang menunggu saat-saat yang
berbahagia. Dengan bidadari yang lain. Mungkin bidadariku sekarang tak
sesempurna bidadariku yang dulu. Namun bidadariku inilah yang mau menerima
kehadiranku apa adanya. Aku menjadi sempurna karenanya.
Aku tahu setelah hujan pasti ada pelangi. Dan kini tiba
saatnya pelangi kebahagiaanku datang. Terima kasih Tuhan atas anugerahMu
padaku. Kan kujaga bidadariku yang kini resmi menjadi istriku.
Selamat tinggal bidadariku yang dulu. Dirimu akan selalu ada
dalam kisah masa laluku. Semoga dirimu bahagia bersamanya.
Selamat datang bidadariku yang kini ada disampingku. Aku kan
selalu bersamamu, dalam suka maupun dalam duka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar