
Aku bisa merasakan kehampaan ini
Menembus sukmaku yang kian merintih
Aku tak bisa beralih
Hati ini kian tersedu
Ya Rabb, kuatkanlah diri ini
Hempaskan segala lara yang tak menentu
Ingin kuhapus sepi ini
Ingin kuhempaskan sedih
Namun semua seolah menjadi kisah pilu
Ya Rabb, bukankah semua ini terlalu indah
Mengapa kian tiada syukur terucap
Mengapa kepedihan terus tertoreh
Harusnya aku tahu, inilah kebenaran
Sekalipun bukan hal yang mutlak absolute
Namun keikhlasan dan tawadhu tersimpan
Di dalam tiap heningan airmata serta tawa
Ya Rabb, apakah semua ini terlampaui batas
Bukankah keagungan atas ayat-Mu tampak nyata
Dan aku takkan beralih
Kesudian dan keanggunan berbalut simfoni cinta-Mu
Kuyakinkan diri, kutelusuri hati
Izinkan aku meyakini-Mu
Menembus malam yang kian panjang
Sejenak sujud hamparkan setiap harapan
Harusnya hati ini bicara
Mengapa hanya ada kebekuan
Harusnya tiada kata menyerah
Karena ayat-Mu selalu benar
Mungkin telah menjadi rahasia-Mu
Bahkan aku tak mampu menyentuh
Bila tiba waktunya, semua akan indah
Seiring penantian
Ya Rabb, dalam heningku semua kuserahkan
Dalam hampaku ingin kupintakan
Semoga semua indah pada hamparan cinta-Mu
Aku dan kehidupan ini
Izinkan cinta ini tiada semu
Hanya pada-Mu segala pengharapan
Kirimkan cintaku untuk menghapus laraku
Jakarta, 8 September 2010
Pukul 11.21 a.m
Tidak ada komentar:
Posting Komentar