Pertanyaan itu masih saja terngiang di kepalaku
Membuat seakan
seluruh dunia runtuh dan menertawai kebodohanku
Seolah aku adalah makhluk Tuhan yang tidak bisa bersyukur
atas nikmat yang diberikan oleh-Nya.
Rasa sakit yang begitu mendalam menusuk hatiku
Membuat aku terhanyut dalam lautan emosi
Sungguh, aku sangat ingin berdamai dengan hatiku, dengan
pikiranku
Membawa semuanya ini dalam kondisi yang menyenagkan
Tanpa adanya lagi pertanyaan “MENGAPA”
MENGAPA Tuhan memberiku INI sedangkan aku meminta ITU.
Aku telah berusaha, berdoa sepanjang waktu bahkan di saat
makhluk lain tertidur pulas.
Aku memohon pada-Nya agar diberikan sesuatu yang kuminta.
Sesuatu yang pernah kuminta bertahun tahun yang lalu dan
gagal.
Untuk yang kedua ini aku pun minta berkali-kali tapi
ternyata gagal juga.
Kata orang, “Selalu ada hikmah dalam pada sesuatu yang telah
terjadi”
Bahkan Tuhan mengatakan
Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan
boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu. Allah
paling mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui (Al Baqarah 216)
Atau bisikan orang-orang yang dikuasai hawa nafsu
APA KAMU TIDAK INGIN MENDAPATKAN ITU, KAMU BISA MENCOBANYA
LAGI KAN?
Sungguh, aku memang masih menginginkan hal ITU, tapi hatiku
menolaknya
Aku akan menjaga apa yang Tuhan berikan INI
Tak lagi berharap Tuhan memberikan ITU
Meski ada pancaran tatapan iri saat orang lain dengan
mudahnya mendapatkan ITU
Tidak, aku tidak boleh iri
Boleh jadi beberapa puluh tahun yang akan datang aku bisa
mengerti
Tuhan memberiku INI karena Tuhan mencintaiku
Karena Tuhan sepenuhnya merangkulku dan kelak akan membawaku
dalam surga-Nya
Aamiin ya Rabb
Ya Allah mudahkanlah aku menjaga apa yang telah Kau berikan
padaku, janganlah Kau jadikan aku seperti hamba yang tamak. Janganlah Kau
jadikan aku seperti hamba yang kufur nikmat. Dan sisi-Mu lah tempat kembali
yang terbaik. Aamiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar