Ya Allah semoga cahaya Islam kembali menyinari bumi Eropa (99
Cahaya di langit Eropa, hal 203, novel
by Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra)
Sebaris kata-kata dari Hanum Salsabiela Rais menyentakku. Membuatku
gentar akan keajaiban islam yang telah terjadi beberapa abad di bumi Eropa. Subhanallah.
Akupun merindukan cahaya islam itu.
Aku merindukan cahaya islam menyinari belahan bumi dunia. Menyinari
seluruh kehidupan manusia. Khilafah islam yang berdiri tegak menjadi rahmat
bagi penduduk dunia. Aku sangat merindukan itu. Dimana pengetahuan berkembang
pesat, dan penemunya adalah kaum muslimin. Subhanallah, sungguh akan terasa
indahnya hidup di dunia.
Aku merindukan aturan islam dan budaya islam menghampiri
negeriku yang kini mulai berkiblat ke peradaban Barat. Negeriku yang kini
berada di batas kekeringan akhlak karimah. Negeri yang mayoritas islam ternyata masih
sibuk mengurusi riba yang berkedok bunga bank. Negeri yang mayoritas islam
namun belum ada satupun hukum islam yang berlaku. Kejahatan yang selalu
diwaspadai, pemimpin yang sebagian besar tidak mampu mengemban amanah, rakyat
yang sebagian besar tidak memahami arti dosa. Masya Allah, sudah seburuk itukah
negeriku.
Ya Allah berilah cahaya islam di negeriku. Negeri tempatku
dilahirkan, negeri tempatku selama ini tinggal. Jadikanlah cahaya islam sebagai
suatu pertanda kemenangan hati. Jangan Engkau lenakan kami dengan kehidupan
dunia yang tidak ada habisnya. Jangan Engkau lenakan kami dengan kecanggihan
teknologi tanpa sedikitpun mau meluangkan waktu untuk menuntut ilmu.
Islam itu harus cerdas, islam itu harus baik. Bukankah di
dalam Al Quran dan Hadist telah disebutkan banyak pengetahuan. Tentang alam,
tentang pemerintahan, tentang ilmu agama. Sungguh, semoga aku dan keluargaku
selalu dimudahkan dalam menuntut ilmu.
Aku mengagumi kebesaran islam beberapa abad yang lalu. Aku pun
akan selalu berdoa semoga islam juga mampu berjaya kembali. Melahirkan ilmuwan-ilmuwan
islam, menjadikan cahaya di bumi Allah. Cahaya rahmatan lil alaamiin.
“Katakanlah: Adakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak
berilmu”. "Katakanlah: Apakah sama orang yang berilmu dengan orang yang
tidak berilmu". (Az-Zumar:9)
…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang
yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa
derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.
Mujadilah : 11)
Laa ilaahaa illallah…
Adakah yang bisa mengatakan padaku…ini bukan gereja…ini masjid
(99 Cahaya di Langit Eropa hal 262, novel by Hanum Salsabiela Rais dan Rangga
Almahendra)
Mezquita, nama bangunan yang berdiri di Cordoba. Setelah melihat
film dan membaca novelnya, masih juga aku menitikkan airmata. Cahaya islam yang
pernah menyinari Cordoba kini telah pudar. Masjid itu kini menjadi sebuah
gereja. Meski pada mihrab masih ada tulisan dari ukiran paling utuh. Tulisan “Allah”
dan “Muhammad”. Sementara kaligrafi yang lain sudah tidak utuh lagi karena
terpaksa dihapuskan.
Subhanallah, semoga aku bisa mengunjungi Mezquita, tempat
dimana dulu sumber pengetahuan berasal, Cordoba. Mengagumi para pendahulu kami
yang mampu membuat bangunan semegah itu untuk beribadah kepada Allah. Mengagumi
ilmu pengetahuan dan arsitektur yang menjadikannya rumah ibadah yang begitu
indah.
Subhanallah, Mahasuci Allah dengan segala kebesaran-Nya. Islam,
kami merindukanmu kembali menjadi cahaya bagi seluruh alam. Menerangi tiap jiwa
dengan cahaya iman kepada Allah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar