Kasih sayang itu titi
Kasih sayang penghubung hati
Kasih sayang itu tali
Kasih sayang pengikat diri
Dari kasih timbul simpati
Dengan sayang ada persaudaraan
Kerana kasih ingin berbakti
Saling sayang ma'af mema'afkan
Kasih sayang itu baja
Kasih sayang penyubur jiwa
Kasih sayang itu penawar
Penguat cinta penghapus duka
Kasih manusia sering bermusim
Sayang manusia tiada abadi
Kasih Tuhan tiada bertepi
Sayang Tuhan janji-Nya pasti
Tanpa kasih sayang Tuhan
Tiada simpati tiada persaudaraan
Tanpa kasih sayang Tuhan
Tiada bakti tiada kema'afan
Kasih sayang pada semua
Kasih sayang sesama kita
Kasih sayang oooo dunia
Smoga selamat di Akhirat sana
Kasih sayang penghubung hati
Kasih sayang itu tali
Kasih sayang pengikat diri
Dari kasih timbul simpati
Dengan sayang ada persaudaraan
Kerana kasih ingin berbakti
Saling sayang ma'af mema'afkan
Kasih sayang itu baja
Kasih sayang penyubur jiwa
Kasih sayang itu penawar
Penguat cinta penghapus duka
Kasih manusia sering bermusim
Sayang manusia tiada abadi
Kasih Tuhan tiada bertepi
Sayang Tuhan janji-Nya pasti
Tanpa kasih sayang Tuhan
Tiada simpati tiada persaudaraan
Tanpa kasih sayang Tuhan
Tiada bakti tiada kema'afan
Kasih sayang pada semua
Kasih sayang sesama kita
Kasih sayang oooo dunia
Smoga selamat di Akhirat sana
Lirik Lagu “Kasih Sayang “ yang dibawakan oleh Raihan
terdengar syahdu.
Tak ada yang dapat menghalangi cinta menemukan jalannya. Seperti
hari ini aku mendengar kisah menakjubkan dari seorang teman ngaji. Insya Allah
tanggal 4 Juni 2013 dia melangsungkan pernikahan. Padahal beberapa bulan lalu
dia galau tentang jodohnya. Bagaimana bisa secepat ini kabar pernikahan
terdengar???
Dimulai saat mendengarkan kisahku dan suami, rupanya wanita
bernama Reni ini pun mencoba cara yang sama seerti saat aku mencari jodohku. Saat
harapan tipis yang melanda, tak ada penolong selain Allah. Maka aku hanya bisa
menyarankan banyak-banyak mendekatkan diri ke Allah. Saat sedang sedih
mendengar pertanyaan orang, “Kapan menikah?” sementara tak ada seorangpun yang
terlihat berminat hidup bersama kita, saat itulah waktu yang tepat untuk
menjadi muslimah seutuhnya. Bacaan Al Qur’an menjadi menu wajib tiap hari. Satu
juz Al Qur’an, sholat tahajud, sholat istikharah, sholat dhuha menjadi menu
wajib tiap hari. Ditambah dengan puasa senin kamis, shadaqah, perdalam ilmu
agama menjadi syarat wajib yang tak boleh terlewatkan.
Reni, wanita kelahiran tahun 1987 pun rupanya mendengar
dengan seksama ceritaku. Hingga akhirnya dia menemukan jodohnya. Seorang pria
alim yang bekerja di Hyundai, Jakarta. Mereka bertemu di forum resmi bernama ta’aruf.
Hanya sekali bertemu dan akhirnya ada kesepakan untuk membina rumah tangga yang
sakinah mawadah warahmah.
Semoga ridho Allah selalu tercurahkan bagi hamba-Nya yang
selalu mengagungkannya. Semoga Allah selalu memberikan rahmat hingga menjadikan
kami keluarga yang islami. Aamiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar