Selasa, 10 Januari 2012

Hanya Ingin Cerita Saja


Teringat masa-masa kuliah
Saat keluarga sedang pelik ekonomi
Berusaha bertahan kuliah hingga wisuda
Berjualan snack di bursa kampus
Setiap sore hingga malam memberikan bimbingan belajar privat
Tak jarang saat mengajar aku tertidur
Bahkan jika sedang shaum senin kamis bukanya jam setengah sepuluh
Mungkin terlihat begitu keras kehidupan
Bahkan sabtu minggu pun tak ada istilah istirahat
Jika tidak sedang memberi bimbingan belajar ya membantu mengemas snack

Pernah suatu ketika saudaraku menikah
Aku diminta untuk jadi kembang mayang
Saat itu aku sibuk mengurus keringanan SPP
Alhasil aku datang telat ke pernikahan
Padahal yang didapat hanya lima ratus ribu
Mereka menatapku marah, namun ibu menenangkanku
Aku tahu saudaraku itu orangkaya
Dan ibu tahu aku begini karena tahu kondisi ekonomi keluargaku
Hanya ibu yang paling mengertikanku

Masih juga kuingat saat ibu melarangku pulang malam
Padahal jurusan teknik sering praktikum hingga malam
Pintar sekali aku membuat para asisten menuruti keinginanku
Di atas jam tujuh malam apapun alasannya aku sudah tidak mau ke kampus

Aku menjadi ketua keputrian
Tentu saja sangat menjaga sikap sebagai akhwat
Selalu memakai rok dan bersikap santun
Banyak mahasiswi lain tak percaya jika aku mahasiswi jurusan teknik mesin
Karena kesopananku melebihi ketua keputrian jurusan MIPA
Sungguh merupakan pengalaman tak terlupakan

Aku tak pernah pacaran dan sangat menghindari zina
Karena kedua orangtuaku pun tidak melakukannya
Mereka sekali bertemu lalu menikah
Berharap aku pun mengalami peristiwa romantis seperti itu
Meski hingga saat ini belum ada lelaki yang melamarku
Aku tahu, Allah tengah mempersiapkan lelaki terbaik untukku

Rencana aku menyelesaikan kuliah dalam waktu maksimal empat tahun
Namun ternyata aku mengalami kendala pada tugas akhir
Sempat aku mengalami tekanan
Namun ibu meyakinkanku bahwa aku bisa
Sempat iri pada teman-teman yang langsung mendapat kerja
Namun ibu selalu mengatakan tiap orang memiliki rezeki masing-masing

Saat kuliah, aku terlalu takut memikirkan bekerja
Hatiku yang terlalu rapuh membuatku takut menghadapi kenyataan
Bukankah aku sangat lemah lembut

Aku masih mengajar di lembaga bimbingan belajar ketika tawaran ini datang
Bekerja di perusahaan listrik bukanlah suatu hal yang buruk
Aku masih menikmati indahnya menjadi pengajar
Bulan demi bulan berganti, terasa waktu sangat panjang kujalani tes penerimaan pegawai
Setelah tiga bulan tanpa pekerjaan tetap, akhirnya aku mendapatkannya

Hal yang buruk terjadi
Kukira aku akan ditempatkan di Gresik
Namun kenyataannya aku di tempatkan di Jakarta
Dengan gaji yang hanya satu koma sekian juta, aku merasa tersiksa
Selain karena belum pernah jauh dari keluarga, juga segala hal di Jakarta sangat mahal
Ibu kembali bekerja di pabrikan
Dari jam delapan pagi sampai hampir isya hanya dibayar dua puluh ribu
Aku kembali menangis
Bisa kubayangkan robohnya ekonomi keluargaku
Akhirnya aku melarang ibu untuk bekerja

Setahun magang di Jakarta, aku pun diangkat menjadi pegawai tetap
Aku pun bisa menguliahkan adekku satu-satunya
Banyak sekali keajaiban terjadi
Jika dibayangkan secara logika tentu tidak masuk akal dengan gaji sekian
Dan aku mampu membayar sepuluh juta untuk kuliah adek
Belum lagi lima juta untuk biaya daftar tes masuk

Kini, saat sedang menulis ini
Aku sudah dua tahun lebih dua bulan di Jakarta
Insya Allah esok aku akan lunasi hutangku di koperasi sebesar sembilan puluh juta
Hutangku sebenarnya seratus juta, dan aku telah membayarnya selama sebelas bulan
Sedangkan bunga bank yang kubayarkan hampir dua puluh juta
Itulah sebabnya aku tak ingin masuk ke dunia perbankan
Terlalu banyak riba’ dan harta yang tidak jelas asal muasalnya
Semoga Allah memudahkanku
Enam bulan ke depan rupanya aku harus berhemat, karena gajiku akan kubuat membayar hutang ke saudara, teman, dan kantor
Semoga barokah dan mendapat kemudahan dari Allah

Sekarang aku telah memiliki sebuah rumah mungil di kawasan Cipondhoh Tangerang
Dan aku memiliki motor mungil Mio
Sebuah kemajuan karena sekarang aku bisa mengendarai motor
Mungkin jika aku masih dekat keluarga sampai saat ini belum bisa mandiri
Itu salah satu hikmah yang terlihat

Ibu selalu ada, saat aku menangis dan bahagia
Seperti tadi pagi aku menangis
Karena seharusnya hari ini aku ada pelatihan PGD perpustakaan di kantor pusat
Namun managerku melarang aku untuk hadir
Semoga Allah mengingatkan hatinya bahwa membuat oranglain bahagia adalah pahala

Aku masih menunggu jodohku
Sekalipun aku terlihat mapan dan tangguh, namun hatiku begitu sepi
Aku percaya Allah akan memberiku jodoh terbaik
Untukku, untuk Allah dan untuk agama Islam

Terlalu banyak keajaiban dalam hidupku, apalagi saat bersama ibunda tercinta
Berharap Allah selalu melindungi langkahnya
Sesungguhnya cinta ini terlalu dalam padanya
Semoga Allah mengizinkannya bahagia dengan melihatku menikah
Tentu saja dengan lelaki berhati suci sama sepertiku
Tentu saja dengan lelaki sholih yang Allah ridhai
Amin …

Terimakasih ya Allah atas semuanya ini
Alhamdulillahirabbil alamin ….
Dan hanya Allah yang menjadikanmu tertawa dan menangis (An Najm : 43)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar