
Mas, kali ini aku menatapmu dengan senyum terindahku. Terasa bahagia melingkupi seluruh hatiku. Namun masih juga kau tak merasakannya. Hampir enam bulan sejak peristiwa tak terduga itu terjadi, aku masih menanti sebuah keajaiban. Hingga tangis tak pernah terlepas dari hari-hari yang kulalui. Aku terluka, aku sedih, aku kecewa.
Mas, aku tahu ini berat bagiku. Namun aku tak mampu lagi bertahan dengan apa yang tengah menimpaku. Aku harus berlari, aku harus pergi. Sungguh, aku masih menantikan keajaiban itu. Aku masih menanti hatimu untuk memilihku. Aku masih berharap menjadi bagian dari cerita indahmu.
Tangisku tiada mereda. Hatiku kian teriris perih. Aku tak mampu mengendalikan diriku, makin jauh terjatuh. Segala harapan terasa musnah. Aku benar-benar merasakan kepedihan yang mendalam. Segalanya semakin menjauhiku, mengabaikanku, dan tak pernah peduli lagi. Aku merasa telah hilang.
Tak mengerti mengapa hati ini meragu. Namun aku merasa tak ada jalan lain, aku harus pergi. Maafkan aku ….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar